IDENTIFIKASI KANDUNGAN DAGING BABI PADA SATAI DI KOTA PADANG DENGAN SPEKTROSKOPI FTIR KOMBINASI KEMOMETRIK DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)

Giovani, Shofya (2025) IDENTIFIKASI KANDUNGAN DAGING BABI PADA SATAI DI KOTA PADANG DENGAN SPEKTROSKOPI FTIR KOMBINASI KEMOMETRIK DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Ful Teks)
21. 2211012049_Shofya Giovani_S1_Farmasi_Farmasi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama pada sektor UMKM makanan yang belum tersertifikasi halal. Sehingga meningkatkan risiko pemalsuan produk olahan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan daging babi pada satai yang dijual di Kota Padang menggunakan FTIR kombinasi kemometrik, dan mengkonfirmasi hasil tersebut dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebanyak dua puluh lima sampel satai dikumpulkan dengan metode cluster sampling berdasarkan kecamatan dan pedagang dipilih secara convenience sampling. Ekstraksi lemak dilakukan menggunakan metode soklet, kemudian ekstrak lemak dianalisis dengan spektroskopi FTIR kombinasi kemometrik PCA dan HCA. Sampel yang terduga positif berdasarkan analisis FTIR-kemometrik selanjutnya dikonfirmasi menggunakan PCR dengan target gen CYTB (cytochrome b) spesifik Sus scrofa. Hasil analisis FTIR-kemometrik mengelompokkan 9 sampel satai (SPJ 3, SPJ 6, SPJ 7, SPJ 9, SPJ 10, SPJ 15, SPJ 17, SPJ 20, SPJ 23) ke dalam kelompok daging babi, sedangkan 16 sampel satai lainnya dikelompokkan ke dalam kelompok daging sapi. Konfirmasi menggunakan PCR terhadap 9 sampel terduga positif menunjukkan bahwa 3 sampel (SPJ 6, SPJ 9, dan SPJ 17) positif mengandung daging babi dengan nilai Cq berkisar 1,16 - 31,26 dan Tm 77,5 - 78,0oC, yang sesuai dengan kontrol positif. Dari 25 sampel satai yang dijual di Kota Padang, ditemukan 3 sampel (12%) positif mengandung daging babi, mengindikasikan adanya praktik pemalsuan produk daging di pasaran yang perlu mendapat perhatian dari otoritas terkait. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi metode FTIR-kemometrik dan PCR mampu untuk mendeteksi pemalsuan daging babi pada produk satai.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. apt. Syofyan, M.Farm, apt. Suryati, M.Sc, Ph.D
Uncontrolled Keywords: Produk halal; Satai; FTIR; PCA; HCA; PCR
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Mrs Vivi Irawati
Date Deposited: 11 Sep 2026 06:02
Last Modified: 11 Sep 2026 06:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/536035

Actions (login required)

View Item View Item