Perbandingan Indeks ROX, P-ROX, mP-ROX, ROX-HR, Rasio SF, dan CRS sebagai Prediktor Kegagalan Terapi High Flow Nasal Cannula pada Anak di Pediatric Intensive Care Unit

Ridwan, Deril (2026) Perbandingan Indeks ROX, P-ROX, mP-ROX, ROX-HR, Rasio SF, dan CRS sebagai Prediktor Kegagalan Terapi High Flow Nasal Cannula pada Anak di Pediatric Intensive Care Unit. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (182kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (175kB)
[img] Text (BAB VII)
03. BAB VII.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (189kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Gawat napas merupakan salah satu indikasi utama perawatan di pediatric intensive care unit (PICU). High flow nasal cannula (HFNC) semakin sering digunakan karena relatif lebih nyaman saat digunakan. Deteksi dini kegagalan HFNC penting untuk mencegah keterlambatan eskalasi terapi, namun saat ini belum ada kesepakatan indeks prediktor kegagalan terapi HFNC pada anak. Metode: Penelitian kohort observasional prospektif ini dilakukan di PICU RSUP Dr. M. Djamil Padang dan RS Universitas Andalas pada Juli 2025–Februari 2026. Anak dengan gawat napas yang mendapat HFNC dilakukan pemantauan Indeks ROX, P-ROX, mP-ROX, ROX-HR, SF ratio, serta CRS dinilai pada awal terapi, 1 jam, 2 jam, dan 24 jam. Kemampuan diskriminatif tersebut dalam memprediksi kegagalan HFNC dianalisis menggunakan kurva ROC. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terapi HFNC efektif diberikan pada anak dengan gawat napas di PICU, dengan angka keberhasilan terapi 78 dari 82 pasien (95,1%), sedangkan kelompok gagal sebanyak 4 pasien (4,9%). Indeks ROX, P-ROX, mP-ROX, ROX-HR, dan rasio SF menunjukkan kemampuan diskriminatif yang buruk di seluruh titik waktu pengukuran, dengan nilai AUC berkisar antara 0,033–0,349 dan sensitivitas yang rendah (25%). CRS menunjukkan kemampuan prediktif yang lebih baik dibandingkan seluruh indeks lainnya, dengan AUC 0,750 pada saat inisiasi (sensitivitas 75,0%, spesifisitas 89,5%, cut-off 7,50), AUC 0,832 pada jam ke-1 (sensitivitas 100%, spesifisitas 92,1%, cut-off 6,50), dan AUC 0,794 pada jam ke-2 (sensitivitas 75,0%, spesifisitas 97,4%, cut-off 6,50). Kesimpulan : CRS menunjukkan kemampuan diskriminatif yang lebih baik dibandingkan indeks ROX, P-ROX, mP-ROX, ROX-HR, dan rasio SF sebagai prediktor kegagalan terapi HFNC pada pasien pediatrik, namun validasi penelitian lanjutan dengan proporsi kegagalan lebih besar diperlukan sebelum dapat direkomendasikan secara definitif

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: dr. Indra Ihsan, M.Biomed. Sp.A Subsp. E.T.I.A (K);Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A Subsp.Respi (K)
Uncontrolled Keywords: High flow nasal cannula; pediatric intensive care unit; kegagalan HFNC; indeks prediktif.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Kesehatan Anak
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 31 Aug 2026 09:35
Last Modified: 31 Aug 2026 09:35
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535595

Actions (login required)

View Item View Item