Upaya Dewan Arktik dalam Menangani Konflik Lingkungan di Wilayah Arktik

Mahendra, Irvan (2026) Upaya Dewan Arktik dalam Menangani Konflik Lingkungan di Wilayah Arktik. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (100kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (333kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (84kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (521kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas Dewan Arktik (Arctic Council) dalam menangani konflik lingkungan dan sumber daya alam non-tradisional di wilayah Arktik di tengah perubahan iklim yang masif (amplifikasi Arktik) dan ketegangan geopolitik. Sebagai forum antarpemerintah yang beroperasi tanpa kewenangan hukum yang mengikat (soft law), Dewan Arktik merepresentasikan paradoks tata kelola institusi yang secara formal lemah namun memiliki pengaruh kebijakan yang luas. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengaplikasikan teori Tata Kelola Lingkungan Regional (Regional Environmental Governance) dan Komunitas Epistemik (Epistemic Communities). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Dewan Arktik terletak pada kemampuannya memobilisasi Kelompok Kerja (seperti AMAP dan PAME) sebagai komunitas epistemik. Komunitas ini menghasilkan pengetahuan ilmiah yang kredibel, valid, dan salien, serta mengintegrasikan Pengetahuan Adat (Indigenous Knowledge), yang berfungsi sebagai katalisator perubahan kebijakan (institutional spillover). Bukti keberhasilan ini terlihat dari kontribusi Dewan terhadap pembentukan rezim hukum mengikat (hard law) seperti Konvensi Stockholm, Konvensi Minamata, dan Polar Code. Namun demikian, kerentanan model tata kelola ini terungkap ketika dihadapkan pada geopolitik keras (hard politics), seperti invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 yang melumpuhkan kerja sama formal dan menciptakan "Celah Rusia" dalam data iklim global. Kesimpulannya, kinerja Dewan Arktik sangat dipengaruhi oleh stabilitas politik negara-negara anggotanya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Apriwan, S.Sos., MA, PhD ; Rifki Dermawan S.Hum., M.Sc
Uncontrolled Keywords: Dewan Arktik; Tata Kelola Lingkungan Regional; Komunitas Epistemik; Konflik Lingkungan; Hukum Lunak
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: S1 Hubungan Internasional
Date Deposited: 29 Aug 2026 10:15
Last Modified: 29 Aug 2026 10:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535525

Actions (login required)

View Item View Item