Putra, Ariefzki Sardi (2026) Analisis Perbandingan Usahatani Padi Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) Dengan Usahatani Padi Konvensional Di Nagari Gantung Ciri Kecamatan Kubung Kabupaten Solok(Studi Kasus Kelompok Tani Picuran Gadang Dan Muaro Sepakat). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak .pdf - Published Version Download (181kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (251kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V .pdf - Published Version Download (124kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka .pdf - Published Version Download (126kB) |
|
|
Text (Full Text)
05. Skripsi Fulltext .pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Subsektor tanaman pangan memegang peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Inovasi Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) hadir sebagai teknologi alternatif budidaya padi yang dirancang untuk menghemat input produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan besaran biaya produksi serta membandingkan penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan rasio efisiensi (R/C ratio) usahatani padi sistem MTOT dan konvensional di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan informan kunci sebanyak 4 orang yang terdiri dari ketua kelompok tani dan petani pelaksana kedua metode pada Kelompok Tani Pincuran Gadang dan Muaro Sepakat. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani padi MTOT mencapai 6.127,5 kg/Ha dengan penerimaan sebesar Rp49.020.000,00/Ha/MT, sedangkan sistem konvensional menghasilkan 5.250 kg/Ha dengan penerimaan Rp42.000.000,00/Ha/MT. Total biaya produksi sistem MTOT sebesar Rp12.304.653,81/Ha/MT, lebih rendah dibandingkan sistem konvensional sebesar Rp12.728.330,38/Ha/MT. Sistem MTOT menghasilkan rata-rata pendapatan sebesar Rp40.050.064,00/Ha/MT, keuntungan sebesar Rp36.715.346,19/Ha/MT, dan R/C ratio sebesar 4,07. Sementara itu, sistem konvensional menghasilkan pendapatan sebesar Rp33.485.500,00/Ha/MT, keuntungan sebesar Rp29.271.669,63/Ha/MT, dan R/C ratio sebesar 3,33. Hasil ini menyimpulkan bahwa sistem MTOT lebih efisien dan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar sehingga layak direkomendasikan sebagai teknologi budidaya padi unggulan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Ifdal, M. Sc; Dr. Muhammad Hendri, SP. MM |
| Uncontrolled Keywords: | Biaya produksi; Keuntungan; Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT); Pendapatan; R/C Ratio; Usahatani Padi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis |
| Depositing User: | S1 Agribisnis Agribisnis |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 08:14 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 08:14 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric