Sabina, Elisabeth (2026) Analisis Risiko Ekologis Pada Ekosistem Perairan Penerima Akibat Pencemaran Logam Berat Lindi Sampah B3 di TPA Air Dingin Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (905kB) |
|
|
Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (442kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pencampuran sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan sampah kota di TPA Air Dingin Kota Padang berpotensi menghasilkan air lindi yang mengandung logam berat dan memberikan tekanan terhadap badan air penerima. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sampling pada titik background, inlet, outlet, dan badan air penerima pada kondisi sebelum dan sesudah hujan, sedangkan konsentrasi Pb, Cd, Cr, Zn, Ni, Cu, dan Fe dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat umumnya tertinggi pada inlet sesudah hujan, yaitu Fe 5,268 mg/L, Zn 0,650 mg/L, Pb 0,098 mg/L, Ni 0,075 mg/L, Cr 0,061 mg/L, dan Cu 0,018 mg/L, sedangkan Cd berada di bawah LOD (<0,000006 mg/L). Pada badan air penerima, Pb, Zn, dan Fe melampaui baku mutu PP Nomor 22 Tahun 2021, sedangkan Ni melampaui baku mutu setelah hujan; Cd pada air lindi masih memenuhi PermenLHK Nomor 59 Tahun 2016. Secara statistik, hanya Cr (p = 0,044) dan Cu (p = 0,035) yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah hujan. Analisis deskriptif-komparatif menunjukkan kesesuaian keberadaan Pb, Cr, Zn, Ni, Cu, dan Fe pada sampah B3 dan air lindi, yang mengindikasikan bahwa sampah B3 berpotensi menjadi salah satu sumber logam berat pada air lindi dan badan air penerima. Nilai ERI sebelum hujan berkisar 99–146 dan seluruhnya termasuk kategori risiko rendah, sedangkan setelah hujan meningkat menjadi 104–153 dengan inlet termasuk kategori risiko sedang. Ni, Cd, dan Pb memberikan kontribusi risiko ekologis terbesar berdasarkan nilai Ecological Risk Factor (Er).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Yenni Ruslinda, M.T.;Ir. Taufiq Ihsan, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | air lindi; Ecological Risk Index; logam berat; sampah B3; TPA Air Dingin |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 08:23 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 08:23 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535345 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric