Uji Efektifitas Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar 8oxoguanine DNA glycosylase-1 (OGG1),Kadar8-hydroxy-2’deoxyguanosine (8-OHdG) dan Malondialdehyde (MDA) Pada Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes Mellitus

Yuhendri, Putra (2026) Uji Efektifitas Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar 8oxoguanine DNA glycosylase-1 (OGG1),Kadar8-hydroxy-2’deoxyguanosine (8-OHdG) dan Malondialdehyde (MDA) Pada Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes Mellitus. S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
_1. COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (444kB)
[img] Text (BAB 1)
_2. BAB 1.pdf - Published Version

Download (204kB)
[img] Text (BAB 7)
_3. BAB 7.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
_4. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (182kB)
[img] Text (DISERTASI FULL)
_5. DISERTASI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (26MB)

Abstract

Pendahuluan. Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemi. Hiperglikemi berperan dalam meningkatkan stres oksidatif melalui produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Peningkatan stres oksidatif pada diabetes mellitus menyebabkan peroksidasi lipid yang dapat ditandai dengan meningkatnya kadar Malondialdehyde (MDA), serta kerusakan DNA oksidatif yang tercermin dari tingginya kadar 8-hydroxy-2′-deoxyguanosine (8OHdG). Kerusakan DNA akibat stres oksidatif akan mengaktifkan mekanisme perbaikan DNA, salah satunya melalui enzim 8-oxoguanine glycosylase-1 (OGG1) yang berperan dalam jalur base excision repair. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa antioksidan alami seperti flavonoid dan polifenol yang berpotensi menurunkan stres oksidatif dan kerusakan DNA pada kondisi diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar 8oxoguanine DNA glycosylase (OGG1), kadar 8-hydroxy-2’-deoxyguanosine (8-OHdG) dan Malondialdehyde (MDA) pada tikus (Rattus norvegicus) diabetes mellitus. Metodologi. Penelitian ini menggunakan sampel tikus jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar sebanyak 25 ekor, dengan umur 2,5 bulan dan berat 200-250 gr, dengan desain Post Test Control Only Group Design. Penelitian terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok perlakuan pemberian ekstrak daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 1.000 mg/kg. Pemeriksaan kadar OGG1 dan 8-OHdG dilakukan dengan uji ELISA dan MDA dengan Spektrofometer. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Data OGG1 dan 8-OHdG terdistribusi normal, dilanjutkan uji parametrik dengan one way ANOVA, taraf kepercayaan 95% (p = 0,05). Data MDA terdistribusi tidak normal (p < 0,05) dilanjutkan dengan uji nonparametrik uji Kruskal Wallis. Data MDA menunjukan signifikan (p < 0,05) dan uji beda masing - masing kelompok menggunakan Uji Post Hoc Mann Whitney. Hasil. Hasil penelitian secara statistik didapatkan tidak ada efek ekstrak daun kelor terhadap kadar OGG1 (p = 0,986), tidak ada efek ektrak daun kelor terhadap kadar 8-OHdG (p = 0,227) dan terdapat efek ektrak daun kelor terhadap kadar MDA (p = 0,001). Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun kelor belum efektif untuk memperbaiki kadar OGG-1 dan 8-OHdG, namun efektif dalam memperbaiki kadar MDA

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof. Dr. Arni Amir, MS
Uncontrolled Keywords: Stress Oksidatif, Reactive Oxygen Species, OGG1, 8-OHdG, MDA
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Pascasarjana (S3)
Depositing User: S3 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:27
Last Modified: 28 Aug 2026 09:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535336

Actions (login required)

View Item View Item