STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN MELATONIN DALAM MITIGASI EFEK PAPARAN ULTRAVIOLET-B TERHADAP PERTUMBUHAN DAN METABOLIT SEKUNDER TUNAS TANAMAN STEVIA SECARA IN VITRO

Nadita, Dela Amelia (2026) STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN MELATONIN DALAM MITIGASI EFEK PAPARAN ULTRAVIOLET-B TERHADAP PERTUMBUHAN DAN METABOLIT SEKUNDER TUNAS TANAMAN STEVIA SECARA IN VITRO. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (ABSTRAK & COVER)
01 ABSTRAK & COVER.pdf - Published Version

Download (360kB)
[img] Text (BAB I)
02 BAB 1.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB 5)
03 BAB 5.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (407kB)
[img] Text (SKRIPSI FULLTEXT)
05 Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Stevia rebaudiana merupakan tanaman penghasil steviol glikosida (SG) yang terakumulasi pada daun. Paparan UV-B diketahui meningkatkan akumulasi SG dan senyawa fenolik, tetapi menurunkan ukuran daun. Salah satu upaya mengurangi efek tersebut adalah penggunaan melatonin. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons morfofisiologis tunas stevia pada media diperkaya melatonin dalam memitigasi efek paparan UV-B secara in vitro, serta perubahan profil senyawa turunan fenolik dan aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap: (1) respons morfofisiologis tunas terhadap UV-B (0; 3 µmol m⁻² s⁻¹, 4 jam/hari) dan melatonin (0; 12,5; 25; 50 µM) menggunakan rancangan acak kelompok faktorial; serta (2) akumulasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan tunas pada media dengan konsentrasi melatonin terbaik dari tahap sebelumnya di bawah paparan UV-B, masing-masing selama 42 hari (28 hari paparan UV-B). Hasil menunjukkan pertumbuhan tunas tidak dipengaruhi paparan UV-B (P > 0,05), tetapi dipengaruhi melatonin. Melatonin mempercepat munculnya daun (1,42–1,71 hari) dan akar (0,62–0,81 hari) baru, tetapi menurunkan jumlah daun (20,92–22,17) dan nodus (6,67–7,67) dibanding kontrol. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap jumlah nodus, penambahan melatonin 50 µM tanpa paparan UV-B (8,67) dan 25 µM dengan paparan UV-B (8,54) setara kontrol (8,38 dan 8,13). Melatonin 25 µM meningkatkan akumulasi flavonoid lebih tinggi di bawah UV-B, sedangkan fenolik relatif setara. Aktivitas antioksidan DPPH menurun drastis akibat UV-B. Penambahan 25 µM melatonin berpotensi memitigasi dampak paparan UV-B pada pemeliharaan tunas stevia, terutama dalam pengayaan metabolit.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. M. Idris, S.Si, M.Si; Prof. Dr. Sreeramanan Subramaniam
Uncontrolled Keywords: Antioksidan; in vitro; melatonin; metabolit sekunder; Stevia rebaudiana; UV-B
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QK Botany
Q Science > QP Physiology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:04
Last Modified: 28 Aug 2026 09:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535265

Actions (login required)

View Item View Item