Yaspita, Handra (2026) Evaluasi Bangunan Gedung Dengan Menggunakan Metode Building Assessment (Studi Kasus Fabriek Block Padang). S2 thesis, Fakultas Teknik.
|
Text
01. Cover dan abstract.pdf Download (411kB) |
|
|
Text (BAB I)
02.BAB I.pdf Download (330kB) |
|
|
Text (BAB V)
03.BAB V.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
05. Thesis Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Bangunan bekas pabrik seng PT. Polyguna Nusantara / PT. Tropical Multi Co di Kota Padang yang berdiri sejak tahun 1971 dan tidak beroperasi lagi sejak tahun 2016 telah dialihfungsikan menjadi Ruang Kreatif Publik (Fabriek Bloc Padang) dengan kapasitas pengoperasian hingga 3.000 orang. Penghentian aktivitas operasional dan ketiadaan pemeliharaan rutin selama bertahun-tahun menyebabkan terjadinya penurunan kualitas material dan degradasi integritas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelaikan fungsi dan kapasitas struktur bangunan gedung eksisting menggunakan metode Building Assessment serta memberikan rekomendasi tindakan perbaikan dan perkuatan struktur agar memenuhi persyaratan standar keselamatan konstruksi (SNI). Metodologi evaluasi mencakup inspeksi visual menyeluruh pada elemen struktur baja, beton, atap, dan infrastruktur pendukung, dilanjutkan dengan pengujian lapangan (Non-Destructive Test dan Semi-Destructive Test) yang meliputi Schmidt Hammer Test (30 titik uji pelat lantai, podium, dan kolom), Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) Test, Hardness Brinell Test (Equotip) pada elemen baja, serta Carbonation Test. Pemodelan dan analisis kapasitas sisa struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS berdasarkan SNI 2847-2019 dan SNI 1729-2015. Hasil inspeksi visual dan pengujian lapangan menunjukkan adanya degradasi struktur kategori mayor pada area bekas tungku pembakaran (As 23, 24, dan 25). Balok baja pada As 24 mengalami kegagalan struktur (patah) sehingga memerlukan penggantian total (replacement), sementara balok As 23 dan 25 mengalami kerusakan pada wing baja. Rangka kuda-kuda dan penutup atap seng mengalami korosi masif yang memerlukan penggantian elemen secara menyeluruh. Hasil Hammer Test mencatat rata-rata kuat tekan permukaan beton sebesar 18,94 MPa (kisaran 7,47 – 34,45 MPa), di mana 50% titik uji berada di bawah standar minimum beton struktural 17 MPa (SNI 2847-2019), terutama pada area podium, komposit, dan kolom praktis. Sebaliknya, pelat lantai utama berada dalam kondisi memadai dengan rata-rata kuat tekan 25,73 MPa. Pengujian UPV dan Brinell memperkuat temuan penurunan homogenitas beton dan degradasi ketebalan/kekuatan penampang baja akibat korosi. Analisis ETABS mengonfirmasi perlunya tindakan intervensi teknis pada zona kritis tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi, bangunan Fabriek Bloc Padang secara umum dapat dimanfaatkan kembali sebagai ruang kreatif publik dengan syarat dilakukan penggantian komponen balok patah dan atap terkorosi, perkuatan (reinforcement/retrofitting) pada balok wing dan elemen beton bermutu rendah (<17 MPa) melalui metode grouting atau pelapisan komposit, serta pemeliharaan berkala pada sistem kelistrikan dan drainase.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S2 Teknik Sipil |
| Depositing User: | S2 Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:55 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:55 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535047 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]