Siregar, Gustian Riwansyah (2026) Penyidikan Terhadap Nominee (Pihak Ketiga) Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang yang Berasal Dari Tindak Pidana Narkotika di Indonesia. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (158kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (236kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (678kB) | Request a copy |
Abstract
Tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika merupakan salah satu bentuk kejahatan yang terus berkembang seiring dengan kemajuan sistem keuangan dan teknologi. Dalam praktiknya, pelaku kerap menggunakan nominee (pihak ketiga) sebagai sarana untuk menyembunyikan atau menyamarkan kepemilikan harta kekayaan hasil tindak pidana. Penggunaan nominee menimbulkan permasalahan hukum, khususnya dalam proses penyidikan untuk membuktikan keterlibatan pihak ketiga serta menentukan pertanggungjawaban pidananya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika yang melibatkan nominee, serta mengkaji kendala yang dihadapi penyidik dalam mengungkap keterlibatan nominee dalam tindak pidana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif sebagai metode utama yang didukung oleh penelitian empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan penyidik pada Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Seluruh data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika dilakukan melalui penelusuran aliran dana (follow the money), analisis transaksi keuangan, serta pembuktian hubungan antara tindak pidana asal dengan harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Dalam praktiknya, penyidik menghadapi berbagai kendala, antara lain sulitnya menelusuri rekening dan aset yang menggunakan identitas pihak ketiga, membuktikan unsur subjektif berupa pengetahuan atau patut menduga terhadap nominee, serta mengungkap pihak yang menjadi beneficial owner. Nominee hanya dapat dipidana apabila terbukti mengetahui atau setidak-tidaknya patut menduga bahwa harta kekayaan yang diterima, dikuasai, atau digunakannya berasal dari tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Sebaliknya, nominee yang tidak mengetahui asal-usul harta kekayaan tersebut tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi penelusuran aset, penguatan koordinasi antarpenegak hukum, serta pemanfaatan pendekatan follow the money agar penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang yang melibatkan nominee dapat dilakukan secara lebih efektif
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ismansyah. S.H., M.H ; Dr. Siska Elvandari, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Penyidikan; Tindak Pidana Pencucian Uang; Nominee; Tindak Pidana Narkotika |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 03:36 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 03:36 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534923 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]