Hernanda, Reghina Dwi (2026) LAKI-LAKI SEBAGAI BUDAK CINTA : RELASI KUASA PADA MAHASISWA PACARAN (STUDI KASUS : 6 PASANG MAHASISWA PACARAN). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (230kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (616kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (213kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (412kB) |
|
|
Text
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Peneliti menemukan bahwa fenomena budak cinta (bucin) yang selama ini identik dilekatkan pada perempuan, pada kenyataannya juga dialami oleh laki-laki dalam hubungan pacaran. Laki-laki yang secara sosial cenderung dipandang sebagai pihak dominan, dalam praktiknya justru dapat berada pada posisi tunduk dan patuh terhadap pasangan perempuannya akibat ketimpangan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu berjalan searah dengan konstruksi gender yang berlaku secara umum, melainkan dibentuk oleh proses pertukaran, ketergantungan, dan pengorbanan yang berlangsung secara bertahap antar pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola relasi kuasa antara laki-laki sebagai budak cinta dan pasangannya dalam hubungan pacaran mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penetapan informan menggunakan teknik snowball sampling, dengan jumlah 12 orang informan yang terdiri dari 6 pasangan mahasiswa Universitas Negeri Padang. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Kuasa oleh Michel Foucault. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa temuan mengenai relasi kuasa pada laki-laki sebagai budak cinta di kalangan mahasiswa Kota Padang. Adapun temuan tersebut yaitu 1) Pasangan dimaknai sebagai sumber dukungan emosional, tempat berbagi cerita, pemberi motivasi, dan pemberi rasa nyaman, 2) Relasi pacaran dibangun melalui komunikasi yang intensif, keterbukaan diri, serta aktivitas bersama seperti belajar dan menghabiskan waktu luang, 3) Hubungan pacaran melibatkan pengorbanan berupa waktu, tenaga, perhatian, serta penyesuaian diri terhadap kebutuhan pasangan, dan 4) Berdasarkan perspektif Kuasa Michel Foucault, kekuasaan dalam relasi pacaran beroperasi secara tersebar dan produktif, sehingga kepatuhan yang muncul pada laki-laki tidak dirasakan sebagai paksaan melainkan sebagai kesadaran diri untuk mempertahankan hubungan. Peneliti menemukan bahwa fenomena budak cinta (bucin) yang selama ini identik dilekatkan pada perempuan, pada kenyataannya juga dialami oleh laki-laki dalam hubungan pacaran. Laki-laki yang secara sosial cenderung dipandang sebagai pihak dominan, dalam praktiknya justru dapat berada pada posisi tunduk dan patuh terhadap pasangan perempuannya akibat ketimpangan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu berjalan searah dengan konstruksi gender yang berlaku secara umum, melainkan dibentuk oleh proses pertukaran, ketergantungan, dan pengorbanan yang berlangsung secara bertahap antar pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola relasi kuasa antara laki-laki sebagai budak cinta dan pasangannya dalam hubungan pacaran mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penetapan informan menggunakan teknik snowball sampling, dengan jumlah 12 orang informan yang terdiri dari 6 pasangan mahasiswa Universitas Negeri Padang. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Kuasa oleh Michel Foucault. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa temuan mengenai relasi kuasa pada laki-laki sebagai budak cinta di kalangan mahasiswa Kota Padang. Adapun temuan tersebut yaitu 1) Pasangan dimaknai sebagai sumber dukungan emosional, tempat berbagi cerita, pemberi motivasi, dan pemberi rasa nyaman, 2) Relasi pacaran dibangun melalui komunikasi yang intensif, keterbukaan diri, serta aktivitas bersama seperti belajar dan menghabiskan waktu luang, 3) Hubungan pacaran melibatkan pengorbanan berupa waktu, tenaga, perhatian, serta penyesuaian diri terhadap kebutuhan pasangan, dan 4) Berdasarkan perspektif Kuasa Michel Foucault, kekuasaan dalam relasi pacaran beroperasi secara tersebar dan produktif, sehingga kepatuhan yang muncul pada laki-laki tidak dirasakan sebagai paksaan melainkan sebagai kesadaran diri untuk mempertahankan hubungan. Peneliti menemukan bahwa fenomena budak cinta (bucin) yang selama ini identik dilekatkan pada perempuan, pada kenyataannya juga dialami oleh laki-laki dalam hubungan pacaran. Laki-laki yang secara sosial cenderung dipandang sebagai pihak dominan, dalam praktiknya justru dapat berada pada posisi tunduk dan patuh terhadap pasangan perempuannya akibat ketimpangan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu berjalan searah dengan konstruksi gender yang berlaku secara umum, melainkan dibentuk oleh proses pertukaran, ketergantungan, dan pengorbanan yang berlangsung secara bertahap antar pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola relasi kuasa antara laki-laki sebagai budak cinta dan pasangannya dalam hubungan pacaran mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penetapan informan menggunakan teknik snowball sampling, dengan jumlah 12 orang informan yang terdiri dari 6 pasangan mahasiswa Universitas Negeri Padang. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Kuasa oleh Michel Foucault. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa temuan mengenai relasi kuasa pada laki-laki sebagai budak cinta di kalangan mahasiswa Kota Padang. Adapun temuan tersebut yaitu 1) Pasangan dimaknai sebagai sumber dukungan emosional, tempat berbagi cerita, pemberi motivasi, dan pemberi rasa nyaman, 2) Relasi pacaran dibangun melalui komunikasi yang intensif, keterbukaan diri, serta aktivitas bersama seperti belajar dan menghabiskan waktu luang, 3) Hubungan pacaran melibatkan pengorbanan berupa waktu, tenaga, perhatian, serta penyesuaian diri terhadap kebutuhan pasangan, dan 4) Berdasarkan perspektif Kuasa Michel Foucault, kekuasaan dalam relasi pacaran beroperasi secara tersebar dan produktif, sehingga kepatuhan yang muncul pada laki-laki tidak dirasakan sebagai paksaan melainkan sebagai kesadaran diri untuk mempertahankan hubungan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Jendrius, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Dating Relationship; University Students; Love Slave; Power Relations |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | Riska Marlinah |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 04:52 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 04:52 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534840 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]