Nasution, Mutiara Nabila Hana (2026) EKSPLORASI EKOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR TENTANG Telescopium telescopium DALAM EKOSISTEM MANGROVE (Studi Kasus: Ekosistem Mangrove Teluk Buo dan Ampiang Parak). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (847kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (322kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V-182-183.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (312kB) |
|
|
Text (Full Text)
Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Ekosistem mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai biota asosiasi, salah satunya Telescopium telescopium, yang berperan dalam dekomposisi bahan organik dan menjaga keseimbangan ekologi. Keberadaan spesies ini juga berkaitan dengan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat pesisir dalam pemanfaatan sumber daya mangrove. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan T. telescopium pada beberapa wilayah pesisir Sumatera Barat, menganalisis kondisi ekologinya di ekosistem mangrove Teluk Buo dan Ampiang Parak, serta mengkaji pengetahuan lokal masyarakat mengenai spesies tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 hingga Juli 2026 menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui pengamatan lapangan menggunakan petak contoh 1 x 1 m² untuk mengukur parameter fisika-kimia lingkungan, kepadatan, morfometri, dan biomassa T. telescopium, kemudian dianalisis secara statistik. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan Institutional Analysis and Development (IAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. telescopium ditemukan pada seluruh lokasi eksplorasi di wilayah pesisir Sumatera Barat. Kondisi lingkungan di kedua lokasi masih mendukung keberadaan T. telescopium dengan salinitas 10-30‰, pH netral, dan substrat berlumpur. Teluk Buo memiliki biomassa lebih tinggi dengan rerata berat basah 92,81-102,60 g serta morfometri kategori besar (panjang cangkang 94,27-97,42 mm), sedangkan Ampiang Parak memiliki biomassa 17,33-23,25 g dengan morfometri kategori kecil (panjang cangkang 52,08-59,86 mm). Masyarakat pesisir memanfaatkan T. telescopium sebagai bahan pangan, pakan ternak, umpan, dan produk bernilai ekonomi melalui praktik sosial yang mendukung pelestarian mangrove. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi aspek ekologi dan kearifan lokal merupakan landasan penting bagi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Kata kunci: ekologi, kearifan lokal, konservasi mangrove, masyarakat pesisir, Telescopium telescopium
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (S2) > S2 Ilmu Lingkungan |
| Depositing User: | S2 Ilmu Lingkungan |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:38 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 07:25 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534667 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]