Indrianti, Medina (2026) PERNGARUH BERBAGAI KONSENTRASI BARIUM KLORIDA TERHADAP KEBUNTINGAN DINI SAPI PEDAGING DI KECAMATAN PAUH KOTA PADANG. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (227kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (155kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (132kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Skripsi Medina Indrianti.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk menentukan konsentrasi Barium Klorida (BaCl2) yang tepat dalam mendiagnosis persentase kebuntingan sapi pedaging. 2. Untuk mengetahui waktu yang terbaik dalam mendeteksi kebuntingan sapi pedaging menggunakan Barium Klorida (BaCl2). 3. Untuk mengetahui perubahan warna/adanya endapan dalam mendeteksi kebuntingan sapi pedaging. Penelitian menggunakan 30 ekor sapi pedaging betina pasca inseminasi buatan (IB) dengan umur kebuntingan 21, 42, dan 63 hari. Konsentrasi BaCl₂ yang diuji adalah 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati perubahan warna larutan dan waktu pembentukan endapan sebagai indikator deteksi kebuntingan, serta validasi hasil dengan palpasi rektal pada hari ke-90. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji T. Hasil menunjukkan persentase kebuntingan tertinggi pada hari ke-63 sebesar 63,33% pada semua konsentrasi. Waktu pembentukan endapan paling cepat diperoleh pada konsentrasiBaCl₂ 11% dengan rata-rata waktu 20,45 detik pada hari ke-63, menandakan reaksi paling sensitif dan efisien. Perubahan warna larutan pada urin sapi buntingtetap bening, sedangkan urin sapi tidak bunting menunjukkan kekeruhan dan endapan putih. Konsentrasi BaCl₂ berpengaruh signifikan terhadap waktu reaksi pembentukan endapan (P<0,05), tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase deteksi kebuntingan Kesimpulannya, konsentrasi BaCl₂ 11% dan umur kebuntingan 63 hari pasca IB adalah kondisi optimal untuk deteksi kebuntingan sapi pedaging secara praktis dan efektif di lapangan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Ferry Lismanto Syaiful, S.Pt, M.P, IPM and Prof. Dr. Ir. Jaswandi, M.S. |
| Uncontrolled Keywords: | sapi pedaging, deteksi kebuntingan, Barium Klorida |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | S1 Peternakan Peternakan |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 08:07 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 08:07 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534628 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]