Kurnia, Noval (2026) Proses Komunikasi Aktor Dalam Restoratif Konflik Sosial Pada Rumah Doa GKSI Anugerah Padang Sarai Kota Padang. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER & ABSTRAK)
01. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (TESIS FULLTEXT)
05. TESIS FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi aktor dalam restoratif konflik sosial pada Rumah Doa GKSI Anugerah Padang Sarai Kota Padang, mencakup proses komunikasi yang melatarbelakangi terjadinya konflik, proses komunikasi aktor-aktor yang terlibat dalam upaya restoratif, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepda 16 informan yang terdiri dari unsur pemerintah, kepolisian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh adat, serta pengurus dan jemaat rumah doa. Temuan penelitian mengungkap bahwa konflik pada 27 Juli 2025 tidak berakar pada intoleransi antaragama, melainkan pada kegagalan komunikasi adat (batanyo) dalam proses alih fungsi bangunan menjadi rumah ibadah, yang diperparah oleh miskomunikasi administratif terkait permohonan daya listrik serta pernyataan provokatif di lokasi kejadian. Proses restoratif pascakonflik berlangsung cepat melalui koordinasi lintas lembaga, strategi penggalangan aparat keamanan, mediasi bertahap FKUB, dan pendekatan kultural tokoh adat, hingga menghasilkan kesepakatan damai pada 9 Agustus 2025. Temuan ini dianalisis melalui dua kerangka teoretis, yaitu Moral Conflict Theory untuk menjelaskan benturan nilai moral sebagai akar konflik, serta Teori Mediasi Komunikasi Cupach dan Canary untuk mengkaji peran fasilitator dalam membangun ruang dialog yang aman dan terstruktur. Faktor pendukung proses restoratif meliputi jaringan komunikasi lintas lembaga yang telah terbangun dan sikap kooperatif para pihak, sementara faktor penghambat meliputi disinformasi di media sosial, kendala bahasa antaretnis,dll. Penelitian ini memperluas Moral Conflict Theory dengan mengintegrasikan otoritas moral adat sebagai dimensi analitis yang setara dengan otoritas keagamaan, sehingga memperkaya pemahaman tentang konflik sosial-keagamaan dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Yuliandre Darwis, Ph.D.; Dr. Azwar, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | proses komunikasi; konflik sosial keagamaan; Moral Conflict Theory; Teori Mediasi Komunikasi; restoratif konflik; Rumah Doa GKSI |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S2 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 09:00 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 09:00 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534620 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric