Virulensi Beberapa Isolat Cendawan Metarhizium anisopliae Metchnikoff terhadap Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae) pada Tanaman Kacang Panjang

Allueda, Annisa Ayu Grace (2026) Virulensi Beberapa Isolat Cendawan Metarhizium anisopliae Metchnikoff terhadap Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae) pada Tanaman Kacang Panjang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (293kB)
[img] Text (Bab 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (245kB)
[img] Text (Bab v)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text (Dapus)
DAPUS.pdf - Published Version

Download (268kB)
[img] Text (Skripsi Full Teks)
SKRIPSI FULL TEKS .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Aphis craccivora Koch merupakan hama utama pada tanaman kacang panjang yang dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, layu dan mati serta dapat menurunkan hasil panen. Pengendalian yang dilakukan oleh petani sampai saat ini masih menggunakan insektisida sintetik. Untuk mengurangi dampak negatif insektisida sintetik maka perlu diterapkan pengendalian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Adapun salah satunya dengan penggunaan cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan isolat cendawan M. anisopliae yang virulen dalam mengendalikan A. craccivora. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, dari bulan November 2025–Februari 2026. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari empat isolat cendawan M. anisopliae dan kontrol. 4 isolat M. anisopliae yang digunakan yaitu 3B, KRJ, B22C, dan C51A. Kerapatan konidia cendawan yang digunakan 108 konidia/ml. Suspensi konidia diaplikasikan pada nimfa instar IV A. craccivora. Variabel pengamatan yang diamati adalah mortalitas nimfa instar IV A. craccivora, persentase imago terbentuk, rata-rata keturunan yang dihasilkan, gejala A. craccivora yang terinfeksi M. anisopliae. Karakter masing-masing isolat yang diamati adalah luas koloni, kerapatan konidia dan daya kecambah konidia. Hasil penelitian menggunakan cendawan M. anisopliae memperlihatkan perbedaan yang nyata dibandingkan kontrol. Mortalitas nimfa instar IV A. craccivora setelah aplikasi cendawan M. anisopliae berkisar antara 28,00–48,00%, dengan mortalitas tertinggi disebabkan oleh isolat M. anisopliae 3B. Mortalitas nimfa juga memengaruhi persentase imago terbentuk. Persentase imago abnormal yang terbentuk setelah aplikasi perlakuan cendawan M. anisopliae berkisar antara 16,00-24,00%. Aplikasi cendawan M. anisopliae juga menyebabkan jumlah keturunan yang dihasilkan hanya berkisar antara 7,37–8,60 nimfa per hari.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Trizelia, M.Si ; Ir Yunisman, M.P
Uncontrolled Keywords: Pengendalian hayati; Aphis craccivora; Entomopatogen; Metarhizium anisopliae.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:40
Last Modified: 28 Aug 2026 08:40
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534616

Actions (login required)

View Item View Item