PERANAN 6-IODOLAKTON (6-IL) DALAM MENURUNKAN VIABILITAS SEL MELALUI INDUKSI APOPTOSIS DAN REDIFERENSIASI PADA CELL LINE B-CPAP KANKER TIROID PAPILER

Yulia, Kurniawati (2026) PERANAN 6-IODOLAKTON (6-IL) DALAM MENURUNKAN VIABILITAS SEL MELALUI INDUKSI APOPTOSIS DAN REDIFERENSIASI PADA CELL LINE B-CPAP KANKER TIROID PAPILER. S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (BAB 1)
BAB 1 Disertasi.pdf - Published Version

Download (278kB)
[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
Cover dan Abstract Disertasi.pdf - Published Version

Download (368kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7 Disertasi.pdf - Published Version

Download (219kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka Disertasi.pdf - Published Version

Download (279kB)
[img] Text (DISERTASI FULL)
Disertasi Fulltext Yulia Kurniawati.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (29MB)

Abstract

Sel neoplasma tiroid dalam perjalanannya dapat mengalami dediferensiasi yang berkaitan dengan penurunan atau kehilangan ekspresi NIS dan/atau target ke membran plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek 6-Iodolakton ( 6IL) yang merupakan senyawa iodinasi dari Asam Arakhidonat dalam menginduksi rediferensiasi dan apoptosis sehingga menurunkan viabilitas sel pada sel kanker tiroid papiler. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium in vitro dengan pre and post test only control group menggunakan cell line B-CPAP. Uji viabilitas dilakukan untuk memperoleh nilai estimasi konsentrasi IC50. Selanjutnya dilakukan uji Apoptosis dengan metode pewarnaan AO/PI, pemeriksaan gen PPARγ dan gen NIS dengan metode RT-PCR serta Imunositofloresence menggunakan metode Corrected Total Cell Fluorescence (CTCF) untuk mengetahui Lokasi protein NIS. Hasil uji viabilitas menunjukkan penurunan viabilitas sel berdasarkan konsentrasi dan waktu perlakuan. Penurunan nilai viabilitas sel paling tinggi pada waktu perlakuan 72 jam (72.51%) dibandingkan 24 jam dan 48 jam (76.53% ; 84.24 %). Analisis kurva dosis-respon menggunakan regresi linear mendapatkan nilai estimasi IC50 yaitu 172,375 µM (24 jam);168,775 µM (48 jam) dan 122.775 µM (72 jam). 6-IL menginduksi apoptosis yang bergantung waktu (time – dependent) yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sel yang mengalami apoptosis pada kelompok perlakuan 6-IL dibandingkan kelompok kontrol terutama pada 48 jam dan 72 jam dibandingkan 24 jam dengan p<0.05. Analisis RT-qPCR menunjukkan bahwa perlakuan 6-IL meningkatkan ekspresi relatif gen PPARγ pada cell line pada waktu perlakukan 24 jam dibandingkan dengan kontrol pada seluruh waktu pengamatan (p<0.05), sedangkan 6-IL hanya meningkatkan ekspresi relatif gen NIS secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol pada waktu 48 jam (p=0,045). Hasil analisis protein NIS menunjukkan bahwa pemberian 6-IL meningkatkan intensitas fluoresensi protein NIS secara signifikan pada cell line dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh waktu inkubasi, dengan distribusi sinyal fluoresensi yang meluas dari daerah perinuclear ke perifer yaitu ke sitoplasma (Perinuclear to cytoplasmic redistribution). Penelitian ini menyimpulkan terdapat penurunan viabilitas sel serta hubungan yang signifikan antara peningkatan ekspresi PPARγ, peningkatan awal ekspresi gen NIS, akumulasi dan lokasi protein NIS, dan peningkatan apoptosis pada cell line B-CPAP setelah pemberian 6-iodolakton dengan konsentrasi IC₅₀ dibandingkan kontrol.

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof. Dr. dr. Aisyah Elliyanti, SpKN-TM (K), M.Kes
Uncontrolled Keywords: 6-Iodolakton, kanker tiroid papiler, cell line B-CPAP, viabilitas sel, PPARγ, apoptosis, ekspresi gen PPARγ, ekspresi gen NIS, Protein NIS, Translokasi NIS.
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Pascasarjana (S3)
Depositing User: S3 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:48
Last Modified: 28 Aug 2026 04:48
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534600

Actions (login required)

View Item View Item