Az zahra, Fatimah (2026) Pengendalian Kualitas Air Minum dalam Kemasan (AMDK) pada PT Makmur Bersama Sahabat. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (326kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (442kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI.pdf - Published Version Download (274kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (258kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
PT Makmur Bersama Sahabat merupakan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek "Ayeah" yang berlokasi di Kota Padang, Sumatera Barat. Selama periode Januari–Desember 2025, rata-rata persentase cacat pada produk AMDK botol 600 ml mencapai 2,4%, melampaui batas toleransi perusahaan sebesar 2%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecacatan produk belum memenuhi target mutu perusahaan dan berdampak pada meningkatnya produk yang tidak sesuai standar serta timbulnya kehilangan peluang pendapatan (lost opportunity). Produk AMDK botol 600 ml tercatat menghasilkan (lost opportunity) terbesar dibandingkan varian produk lainnya, yaitu sebesar Rp160.413.057,48 sepanjang tahun 2025, dengan tiga jenis cacat dominan berupa cacat penyok, cacat leher botol, dan kebocoran. Penelitian ini bertujuan menentukan usulan perbaikan dan pengendalian kualitas pada proses produksi AMDK botol 600 ml berdasarkan faktor penyebab cacat dominan untuk meminimasi terjadinya produk cacat. Pendekatan yang digunakan adalah Six Sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, dan Improve (DMAIC), dikombinasikan dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan penyebab kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil pengukuran kapabilitas proses menunjukkan nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) sebesar 4.712,78 dengan tingkat sigma 4,12, yang menunjukkan bahwa kapabilitas proses produksi AMDK botol 600 ml sudah berada di atas rata-rata industri pada umumnya (3 sigma), tetapi masih cukup jauh dari target kelas dunia (6 sigma) sehingga masih terbuka ruang perbaikan yang besar. Analisis FMEA mengidentifikasi tujuh penyebab kegagalan prioritas dengan RPN melebihi critical value 68.653, di mana penyebab dengan risiko tertinggi (RPN 186.157) berasal dari faktor material, yaitu ukuran botol preform yang tidak seragam dari pemasok. Berdasarkan akar penyebab tersebut, dirumuskan enam usulan perbaikan preventif berupa standardisasi SOP suhu dan pembersihan mesin, formulir Incoming Quality Control (IQC), serta checklist maintenance, yang diintegrasikan ke dalam dashboard pengendalian kualitas berbasis web. Implementasi usulan ini diestimasikan mampu menurunkan Cost of Poor Quality (COPQ) sebesar Rp19.308.241,75 pada tiga cacat prioritas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Difana Meilani, MISD; Yumi Meuthia, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Pengendalian kualitas; Six Sigma; DMAIC; FMEA; Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Industri |
| Depositing User: | S1 Teknik Industri |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 07:36 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 07:36 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534572 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric