Penegakan Hukum Oleh Penyidik Kepolisian dalam Upaya PemberantasanPeredaran Rokok Ilegal di Kota Padang (Studi di Kepolisian Daerah Sumatera Barat)

Gummanema, Janada Tohri (2026) Penegakan Hukum Oleh Penyidik Kepolisian dalam Upaya PemberantasanPeredaran Rokok Ilegal di Kota Padang (Studi di Kepolisian Daerah Sumatera Barat). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (566kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (210kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (111kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (174kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Peredaran rokok ilegal merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum di bidang cukai yang menimbulkan kerugian bagi negara, mengganggu persaingan usaha yang sehat, serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Meningkatnya tarif cukai hasil tembakau juga menjadi salah satu faktor yang mendorong berkembangnya peredaran rokok ilegal di masyarakat, diperlukan penegakan hukum yang efektif oleh kepolisian dalam rangka menanggulangi tindak pidana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Padang serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan data melalui wawancara yang dilakukan di Subdit Indag Reskrimsus Polda Sumbar, serta melalui dokumen hukum dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana peredaran rokok ilegal dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan melalui razia bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Satpol PP, pengawasan terhadap jalur distribusi, penyelidikan di daerah rawan, serta observasi kepada masyarakat. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penyelidikan, penyidikan, penangkapan tersangka, penggeledahan, penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi, pemberkasan perkara, hingga pelimpahan perkara kepada penuntut umum sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pelaksanaan penegakan hukum masih terdapat kelemahan dalam penegakan hukumnya, yaitu kurangnya efek jera yang dirasakan oleh pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal serta kurangnya razia yang dilakukan, disamping itu kepolisian masih menghadapi kendala dalam penegakan hukumnya, yaitu keterbatasan jumlah personel, adanya tugas tambahan di luar tugas pokok, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha dan masyarakat terhadap bahaya dan larangan peredaran rokok ilegal. Diperlukan peningkatan jumlah dan kompetensi penyidik, penguatan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, optimalisasi pengawasan, serta peningkatan edukasi dan kesadaran hukum masyarakat guna penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal dapat berjalan lebih efektif. Kata Kunci: Kepolisian, Rokok Ilegal, Represif, Preventif

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. A. Irzal Rias , S.H., M.H ; Dr. Nilma Suryani, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Kepolisian, Rokok Ilegal, Represif, Preventif
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:21
Last Modified: 28 Aug 2026 08:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534480

Actions (login required)

View Item View Item