ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN TINGKAT POHON PADA ZONA SUBMONTANA DI KAWASAN GUNUNG TANDIKAT, SUMATERA BARAT

Annisatul, Faricha (2026) ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN TINGKAT POHON PADA ZONA SUBMONTANA DI KAWASAN GUNUNG TANDIKAT, SUMATERA BARAT. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Abstrak dan Cover)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (Bab 1. Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (249kB)
[img] Text (Bab 5. Penutup)
BAB V.pdf - Published Version

Download (210kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Zona submontana merupakan zona transisi antara hutan dataran rendah dan hutan montana yang memiliki keanekaragaman vegetasi tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan pegunungan. Informasi mengenai komposisi, struktur, dan keanekaragaman vegetasi tingkat pohon pada kawasan Gunung Tandikat, Sumatera Barat, masih terbatas sehingga diperlukan penelitian sebagai dasar pengelolaan dan konservasi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi vegetasi, struktur vegetasi, dan tingkat keanekaragaman tumbuhan tingkat pohon pada zona submontana di kawasan Gunung Tandikat, Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026 menggunakan metode jalur transek yang memotong kontur dengan penentuan lokasi secara purposive sampling dan peletakan plot secara systematic sampling. Transek sepanjang 200 m dibagi menjadi 20 subplot berukuran 10 × 10 m. Seluruh pohon dengan diameter batang (DBH) ≥10 cm diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan komposisi vegetasi, Indeks Nilai Penting (INP), serta indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi tingkat pohon terdiri atas 20 famili, 28 genus, 40 spesies, dan 104 individu. Tidak ditemukan famili dominan, sedangkan famili co-dominan adalah Fagaceae (14,42%), Lauraceae (10,58%), dan Theaceae (10,58%). Spesies dengan INP tertinggi adalah Castanopsis javanica (33,04%), diikuti Schima wallichii (29,32%) dan Lithocarpus elegans (16,92%). Distribusi kelas diameter membentuk pola J-terbalik yang menunjukkan struktur tegakan tidak seumur dengan dominasi individu pada kelas diameter kecil. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H') sebesar 3,55 menunjukkan bahwa vegetasi tingkat pohon pada zona submontana Gunung Tandikat memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar dalam pengelolaan, pelestarian, dan upaya konservasi ekosistem hutan pegunungan di kawasan Gunung Tandikat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Chairul, MS
Uncontrolled Keywords: analisis vegetasi; Gunung Tandikat; hutan submontana; komposisi dan struktur; keanekaragaman; pohon
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:16
Last Modified: 28 Aug 2026 04:16
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534080

Actions (login required)

View Item View Item