Dessafitri, Navisa (2026) Pembentukan dan Karakterisasi Nanosuspensi Ekstrak Etanol Kencur (Kaempferia galanga L.) Menggunakan Metode Antisolvent Precipitation. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01.Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (143kB) |
|
|
Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (131kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Ekstrak kencur (Kaempferia galanga L.) memiliki aktivitas farmakologi yang luas, namun pengembangannya sebagai sediaan obat terkendala oleh rendahnya kelarutan senyawa aktif utamanya yaitu Etil p-metoksisinamat (EPMS) dalam air yang hanya sebesar 0,0301 mg/mL. Nanosuspensi merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi senyawa hidrofobik. Penelitian ini bertujuan membentuk dan mengkarakterisasi nanosuspensi ekstrak etanol kencur menggunakan metode antisolvent precipitation, serta membandingkan laju disolusinya dengan ekstrak kencur tanpa perlakuan. Ekstrak kencur diperoleh melalui maserasi dan distandarisasi sesuai Farmakope Herbal Indonesia. Penetapan kadar EPMS dilakukan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang divalidasi. Formula dioptimasi melalui variasi kecepatan pengadukan, penentuan stabilitator (SLS, Tween 80, HPMC, PVA, PEG 6000), dan variasi konsentrasi stabilitator terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan penambahan SLS 3% merupakan formulasi optimum yang menghasilkan dispersi jernih dan stabil. Karakterisasi Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan ukuran partikel rata-rata sebesar 154,5 nm ± 35,1 nm, indeks polidispersitas 0,486 ± 0,04, dan potensial zeta -51,2 ± 6,3 mV yang mengindikasikan stabilitas fisik yang baik. Analisis Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan X-Ray Diffraction (XRD) mengonfirmasi penurunan kristalinitas EPMS menuju fase amorf. Spektroskopi FTIR membuktikan interaksi yang terjadi hanya bersifat fisik tanpa ikatan kimia baru, dan SEM memperlihatkan morfologi partikel yang menjadi berpori. Uji disolusi menunjukkan nanosuspensi mampu melepaskan 76,64% EPMS pada menit ke-60, meningkat signifikan dibandingkan ekstrak murni sebesar 26,55%.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | apt. Adhitya Jessica, S.Farm., M.Si ; Prof. Dr. apt. Erizal Zaini, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Kaempferia galanga L.; etil p-metoksisinamat; nanosuspensi; antisolvent precipitation; Sodium Lauryl Sulfate |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 05:07 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 05:07 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534032 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric