Pengaruh Umur dan Bcs terhadap Efisiensi Reproduksi Kerbau Lumpur Pasca Inseminasi Buatan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota

Keta, Okta Andespa Pumi (2026) Pengaruh Umur dan Bcs terhadap Efisiensi Reproduksi Kerbau Lumpur Pasca Inseminasi Buatan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (190kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (180kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (146kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (156kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur dan Body Condition Score (BCS) terhadap efisiensi reproduksi kerbau lumpur pasca inseminasi buatan (IB) di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode survei observasional melalui wawancara langsung kepada peternak. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria induk kerbau lumpur hasil IB berumur 5–12 tahun dan memiliki nilai BCS 1–5 sehingga diperoleh 109 ekor ternak dari 54 peternak sebagai sampel penelitian. Parameter yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Days Open (DO), dan Calving Interval (CI). Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap efisiensi reproduksi kerbau lumpur. Nilai S/C pada kelompok umur 5–12 tahun berturut-turut adalah 2,25; 1,83; 2,50; 2,17; 2,42; 3,00; 3,38; dan 3,42 kali, sedangkan nilai DO berturut-turut adalah 6,08; 5,25; 6,33; 5,75; 6,08; 7,60; 8,00; dan 8,00 bulan serta nilai CI berturut-turut adalah 17,08; 16,25; 17,33; 16,67; 17,08; 18,60; 19,00; dan 19,00 bulan. Kelompok umur 5–8 tahun menunjukkan efisiensi reproduksi yang lebih baik dibandingkan kelompok umur 9–12 tahun. Selain itu, BCS juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap efisiensi reproduksi. Induk dengan BCS 2 dan BCS 3 memiliki nilai S/C masing-masing 1,54 dan 1,77 kali, nilai DO 4,54 dan 4,92 bulan, serta nilai CI 15,54 dan 15,92 bulan, yang lebih rendah dibandingkan BCS 1, BCS 4, dan BCS 5. Kesimpulan penelitian ini adalah umur dan Body Condition Score berpengaruh nyata terhadap efisiensi reproduksi kerbau lumpur pasca inseminasi buatan. Efisiensi reproduksi terbaik diperoleh pada induk berumur 5–8 tahun dengan kondisi tubuh ideal (BCS 2–3), sedangkan bertambahnya umur serta kondisi tubuh yang terlalu kurus (BCS 1) maupun terlalu gemuk (BCS 5) meningkatkan nilai Service per Conception (S/C), memperpanjang Days Open (DO), dan Calving Interval (CI), sehingga menurunkan efisiensi reproduksi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Jaswandi, MS; Dr. Ir. Ferry Lismanto Syaiful, S.Pt, MP, IPM
Uncontrolled Keywords: kerbau lumpur; umur; BCS; servis per conception; days open; calving interval
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 29 Aug 2026 08:17
Last Modified: 29 Aug 2026 08:17
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533976

Actions (login required)

View Item View Item