Aktivitas Nanoemulsi Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus Linnaeus) Terhadap Telur Crocidolomia pavonana Fabricius (Lepidoptera : Crambidae)

Malta, Annisa Zelsari (2026) Aktivitas Nanoemulsi Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus Linnaeus) Terhadap Telur Crocidolomia pavonana Fabricius (Lepidoptera : Crambidae). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER & ABSTRAK)
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (547kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (269kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (275kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Crocidolomia pavonana F. merupakan hama utama pada tanaman kubis-kubisan yang menyebabkan penurunan hasil dan kualitas produksi sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya insektisida nabati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas nanoemulsi serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam mengendalikan telur Crocidolomia pavonana. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian terdiri dari dua tahapan yaitu uji pendahuluan terhadap larva instar dua C. pavonana untuk menentukan LC₉₅. Uji lanjut terdiri dari 6 perlakuan (kontrol umur telur satu hari, dua hari, dan tiga hari, serta perlakuan umur telur satu hari, dua hari, dan tiga hari) dengan konsentrasi 1,38%. Aplikasi nanoemulsi dilakukan dengan cara penyemprotan pada kelompok telur menggunakan 2 ml larutan. Parameter yang diamati adalah persentase telur menetas, persentase telur tidak menetas, persentase mortalitas larva instar 1, persentase pupa terbentuk, serta persentase imago terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulsi serai wangi bersifat ovisidal terhadap telur C. pavonana. Semakin awal umur telur seperti umur satu hari setelah telur diletakkan yang diperlakukan semakin sedikit jumlah telur yang menetas dan semakin tinggi telur tidak menetas. Persentase penetasan telur dan daya hambat penetasan berturut-turut adalah ; umur satu hari 6,35%, daya hambat 96%; umur dua hari 25,97%, daya hambat 81,25%; umur tiga hari 67,79%, daya hambat 55,50%.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Arneti, M.S; Prof. Dr. Ir Novri Nelly, MP
Uncontrolled Keywords: Aktivitas, Crocidolomia pavonana, minyak serai wangi, nanoemulsi
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:12
Last Modified: 28 Aug 2026 04:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533939

Actions (login required)

View Item View Item