Widiulayya, Nyi Ayu Az Zalfa Jilan (2026) Hubungan Pajanan PM2.5 dengan Keluhan Pernapasan pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Curah Kering di Pelabuhan Teluk Bayur Padang Tahun 2026. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (384kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (03. BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (179kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
Abstract
Particulate Matter 2.5 (PM2.5) merupakan partikel udara tersuspensi berukuran ≤ 2,5 mikrometer (µm) yang dapat mencapai alveolus paru dan berpotensi menimbulkan keluhan pernapasan. Pelabuhan merupakan lingkungan kerja dengan tingkat paparan PM2.5 yang tinggi akibat aktivitas bongkar muat dan operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsentrasi PM2.5 dengan keluhan pernapasan pada tenaga kerja bongkar muat curah kering di Pelabuhan Teluk Bayur. Penelitian kuantitatif cross-sectional dengan sampel 90 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dari American Thoracic Society (ATS) dan dianalisis secara univariat, bivariat (regresi logistik sederhana dan chi-square), serta multivariat. Konsentrasi PM2.5 di Pelabuhan Teluk Bayur selama penelitian, yaitu 2,7-35,14 µg/m3. Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Titik 1 sebesar 13,68 µg/m3, di Titik 2 sebesar 13,63 µg/m3, dan di Titik 3 sebesar 13,26 µg/m3. Sebanyak 75,6% pekerja mengalami setidaknya satu keluhan pernapasan dengan keluhan paling umum, yaitu dahak (45,6%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2.5 dengan seluruh keluhan (p > 0,05), bahkan setelah dikendalikan variabel perancu. Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Pelabuhan Teluk Bayur berada di bawah nilai ambang batas harian yang ditetapkan oleh WHO yaitu 15 µg/m3. Kemudian, tidak terdapat hubungan signifikan antara konsentrasi PM2.5 dengan keluhan pernapasan pada TKBM curah kering di Pelabuhan Teluk Bayur, bahkan setelah dikendalikan variabel perancu.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Putri Nilam Sari, SKM.,M.Kes ; Novia Wirna Putri, SKM., MPH |
| Uncontrolled Keywords: | Pajanan PM2.5; Keluhan Pernapasan; Pelabuhan; Bongkar Muat Curah Kering |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S1 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:43 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:43 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric