Pradipa, Bintang (2026) Analisis Digital Storytelling Dalam Segmen Mitos Fakta Kesehatan Pada Siniar Tirta Peng Peng Peng. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text (Bab 1)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (250kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. Bab IV .pdf - Published Version Download (730kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (196kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digital storytelling sebagai media edukasi mitos dan fakta kesehatan pada konten YouTube dr. Tirta, serta merepresentasikan teknik narasi yang diterapkan dr. Tirta dalam aktivitas siniar Tirta Peng Peng Peng guna memberikan pemahaman kesehatan dengan perspektif dan cara komunikasi yang unik. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana teknik digital storytelling dapat mengomunikasikan informasi kesehatan pada segmen “Mitos Fakta Kesehatan” secara lebih menarik dan informatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma konstruktivisme, dengan teori Illocutionary Force Indicating Devices (IFID) dari George Yule sebagai pisau analisis. Data primer berupa tiga konten video YouTube pada segmen “Mitos Fakta Kesehatan” yang dipilih berdasarkan empat kriteria, yaitu isu populer, isu yang relatable, mitos kesehatan berulang, dan isu kontroversial, disertai observasi digital pada kolom komentar. Data dikumpulkan melalui teknik observasi nonsistematis dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan empat elemen IFID, yaitu performative verbs, word order, stress, dan intonation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dr. Tirta mengomunikasikan informasi kesehatan secara lebih menarik dan informatif melalui empat elemen tuturan yang saling melengkapi. Performative verb digunakan untuk meluruskan mitos, mengakui keterbatasan pengetahuan (self-disclosure), serta menyarankan atau memperingatkan secara persuasif sehingga membangun otoritas dan kredibilitas dr. Tirta sebagai komunikator kesehatan. Word order mengendalikan alur kognitif audiens melalui penempatan risiko medis di awal tuturan, logika sebab-akibat-solusi, dan penutup antiklimaks berupa humor atau satir. Stress menandai istilah medis kunci agar mudah diingat sekaligus menciptakan shock effect yang dipadukan satir, sedangkan intonation bergerak pada dua kutub, yaitu intonasi eksplosif-konfrontatif sebagai penanda identitas vokal dan intonasi empatis berbahasa gaul/dialek lokal untuk membangun kedekatan dengan audiens. Secara keseluruhan, keempat elemen tersebut membentuk satu model komunikasi yang disebut imposisi terselubung, yaitu pesan yang secara substansi mengarahkan, melarang, dan memperingatkan, namun dikemas secara persuasif, humor, self-disclosure, dan modulasi vokal yang hangat, sehingga diterima secara sukarela oleh audiens.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Annisa Anindya, S.I.Kom., M.Si ; Dr. Ernita Arif, S.P, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Digital Storytelling; Illocutionary Force Indicating Devices; Komunikasi Kesehatan; Siniar; dr. Tirta |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S1 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 08:16 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 08:16 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric