Praktik Sosial Cerai Gugat Di Wilayah Panyabungan : Studi Kasus Terhadap 14 Perempuan Etnis Mandailing

Shabily, Muhammad (2025) Praktik Sosial Cerai Gugat Di Wilayah Panyabungan : Studi Kasus Terhadap 14 Perempuan Etnis Mandailing. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Text (Cover & Abstrak).pdf - Published Version

Download (727kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (736kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Sistem kekerabatan yang patrilineal dan patriarki dalam etnis Mandailing berbasis Dalihan Na Tolu secara tradisional menempatkan perempuan pada posisi subordinat, inferior dan dependen akibat terbatasnya akses terhadap otoritas dan sumber daya. Namun, meskipun menghadapi hambatan struktural, kultural spiritual dan stigma sosial yang kuat, data statistik di Kabupaten Mandailing Natal menunjukan bahwa jumlah perkara cerai gugat justru lebih tinggi jika dibandingkan dengan cerai talak sepanjang tahun 2020-2024. Kontradiksi antara berbagai hambatan yang dilalui oleh perempuan dengan tingginya inisiatif hukum untuk menggugat cerai mengindikasikan adanya dinamika baru dalam hubungan antara agen dan struktur sosial pada ruang dan waktu saat ini. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memahami praktik sosial cerai gugat perempuan Mandailing di wilayah Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara. Penelitian ini menerapkan teori strukturasi Anthony Giddens yang dinilai mampu mengungkap tingginya angka cerai gugat sebagai sintesis dari struktur yang enabling dan tingkat kesadaran agen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, accidental sampling dan snowball sampling yang terdiri dari 14 informan pelaku dan 6 informan pengamat. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam serta studi dokumen. Analisis data milik Miles dan Huberman digunakan dalam mengkodifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan secara aktif memobilisasi berbagai peraturan baik ditingkan keluarga, komunitas, maupun negara melalui kesadaran diskursif mereka. Dalam tingkat keluarga, perempuan menggunakan konsep keluarga dalam agama Islam dan memaknai sikap keluarga sebagai legitimasi untuk menggugat. Dalam tingkat komunitas adat, perempuan memaknai ulang mengenai status janda dan memaknai prosesi halang batang sebagai legitimasi untuk bercerai. Dalam tingkat negara, perempuan memaknai perceraian melalui Pengadilan Agama sebagai jalan meraih kepastian status pernikahan sekaligus menggunakan legitimasi prosedural sebagai dalil bagi tindakan cerai gugat dan perempuan secara aktif memobilisasi berbagai sumber daya yang disediakan negara demi kepentingan mereka masing-masing.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Jendrius, M.Si; Dr. Maihasni, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Cerai Gugat; Perempuan Mandailing; Patrilineal-patriarki; Gender; Strukturasi
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Sosiologi
Depositing User: S2 Sosiologi Sosiologi
Date Deposited: 29 Aug 2026 08:34
Last Modified: 29 Aug 2026 08:34
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533602

Actions (login required)

View Item View Item