Potensi Antimikroba dan Antioksidan Seduhan Kering Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Merah dan Ungu

Shafa, Fadhilah Amirah (2026) Potensi Antimikroba dan Antioksidan Seduhan Kering Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Merah dan Ungu. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (194kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (123kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (162kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (Skirpsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Hibiscus sabdariffa L. merah dan ungu merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa metabolit sekunder dan berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian mengenai Potensi Antimikroba dan Antioksidan Seduhan Kering Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Merah dan Ungu telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Universitas Andalas pada bulan Desember 2025 hingga Mei 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba, nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), kandungan polifenol, aktivitas antioksidan, kadar antosianin, serta keberadaan dan kadar vitamin C ekstrak seduhan kering kelopak rosella merah dan ungu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola nested. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak memberikan pengaruh terhadap E.coli, namun pada S.aureus dan C.albicans tidak memberikan pengaruh berbeda nyata. Hasil persentase zona hambat terbaik diperoleh dari ekstrak seduhan kering rosella ungu pada E.coli (49,2%), S.aureus (50,3%), terhadap kloramfenikol (0,1 mg/mL) dan C.albicans (45,94%) tehadap fluconazole (0,1 mg/mL). KHM dari ekstrak seduhan kering Rosella ungu terhadap E.coli (3,125%) dan S.aureus serta C.albicans (6,25%). KBM dari ekstrak seduhan kering Rosella ungu terhadap E.coli (6,25%) dan S.aureus serta C.albicans (12,5%). Kandungan polifenol (13,098 mgGAE/mL), aktivitas antioksidan (78,46 μg/mL), kadar antosianin (0,0729 mg/mL), dan kadar vitamin C (6,16 mg/mL) tertinggi didapatkan pada ekstrak seduhan kering H.sabdariffa L. ungu. Pada uji kualitatif vitamin C menunjukkan terdapatnya kandungan vitamin C di dalam ekstrak rosella merah dan ungu.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. phil.nat. Nurmiati
Uncontrolled Keywords: Antimikroba; Polifenol; Antioksidan; Hibiscus sabdariffa L. merah dan ungu
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:29
Last Modified: 28 Aug 2026 03:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533586

Actions (login required)

View Item View Item