PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PEMIDANAAN DI BAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg)

Sinurat, Elisabeth Regina (2026) PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PEMIDANAAN DI BAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (766kB)
[img] Text (Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (407kB)
[img] Text (Bab IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (213kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tindak pidana narkotika yang tergolong dalam klasifikasi kejahatan luar biasa diatur dengan sanksi pidana minimum khusus dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ketentuan pidana minimum khusus ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera, menunjukkan sikap tegas negara dalam memerangi kejahatan narkotika serta dimaksudkan untuk menekan terjadinya disparitas pemidanaan. Namun dalam beberapa kasus, hakim memutuskan pidana di bawah minimum khusus, salah satunya yaitu terdapat dalam Putusan Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg, dimana terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 2 (dua) tahun atas pelanggaran Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika, padahal dalam pasal tersebut sudah diatur batas minimumnya adalah 4 (empat) tahun. Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) permasalahan yang diangkat yaitu Pertama, bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dibawah minimum khusus terhadap perkara Tindak Pidana Narkotika pada Putusan Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg. Kedua, bagaimanakah implikasi putusan hakim dalam perkara Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg terhadap tujuan pemidanaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus didasarkan pada fakta persidangan dan kondisi terdakwa sebagai penyalahguna narkotika dengan barang bukti yang relatif kecil serta tidak ditemukannya bukti keterlibatan terdakwa dalam peredaran narkotika. Adapun implikasi Putusan Nomor 164/Pid.Sus/2025/PN Pdg terhadap tujuan pemidanan adalah tercapainya keadilan yang lebih proporsionalitas bagi terdakwa, namun belum optimalnya pencapaian tujuan pemidanaan lainnya terutama dalam aspek kepastian hukum, perlindungan masyarakat, serta pemulihan pelaku secara menyeluruh karena putusan dijatuhkan di bawah minimum khusus serta tidak disertai perintah rehabilitasi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar hakim dapat mempertimbangkan aspek yuridis dan non-yuridis secara seimbang serta diperlukan adanya penegasan lebih jelas mengenai batas-batas kebebasan hakim dalam menjatuhkan putusan agar penerapan pidana tidak menimbulkan multitafsir, disparitas pemidanaan maupun ketidakpastian hukum.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Yandriza, S.H., M.H ; Felia Hermayenti, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Narkotika; Pertimbangan Hakim; Inkonsistensi Putusan Hakim
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 26 Aug 2026 10:06
Last Modified: 26 Aug 2026 10:06
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533540

Actions (login required)

View Item View Item