Baleh Jalang Dalam Perkawinan Bajapuik di Kecamatan Pariaman Tengah

Pratama, Fajar (2026) Baleh Jalang Dalam Perkawinan Bajapuik di Kecamatan Pariaman Tengah. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstract)
cover dan abstrak fajarpratama.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (bab 1)
BAB 1 fajar pratama.pdf .pdf - Published Version

Download (584kB)
[img] Text (bab IV)
BAB IV fajar pratama.pdf - Published Version

Download (392kB)
[img] Text (daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA fajar pratama.pdf - Published Version

Download (453kB)
[img] Text (skripsi fulltext)
SKRIPSI FULLTEXT fajar pratama.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Perkawinan bajapuik adalah tradisi adat Minangkabau yang melibatkan pemberian uang japuik oleh pihak perempuan kepada keluarga laki-laki dan diikuti dengan pemberian baleh jalang sebagai bentuk balasan. Namun, pelaksanaanya di temukan jika baleh jalang tidak dilaksanakan sesuai dengan yang diperjanjikan, hal tesebut menimbulkan berbagai permasalahan, untuk itu peneliti merumuskan permasalahan(1) bagaimana pengaturan dan pelaksanaan baleh jalang di Kecamatan Pariaman Tengah, dan (2) bagaimana akibat hukum baleh jalang jika tidak dilaksanakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis dengan penelitian deskriptif, melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan ninik mamak, alim ulama, dan tokoh adat. Hasil penelitian rumusan masalah satu menunjukkan bahwa baleh jalang diatur melalui musyawarah adat dengan prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang mengedepankan kesetaraan dan penghormatan antar keluarga, tujuannya adalah untuk mengetahui apabila baleh jalang tidak dilaksanakan akan menimbulkan permasalahan di dalam keluarga mempelai serta menimbulkan sanksi adat berupa denda, cicilan emas, pembatasan partisipasi dalam alek adat, dan pencatatan cacat adat, yang bersifat restoratif untuk memulihkan marwah dan menjaga keharmonisan antar keluarga. Baleh jalang tetap dilaksanakan sebagai bagian dari adat Minangkabau yang adaptif dan fleksibel, meskipun tidak diatur dalam hukum formal, dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya dapat diselesaikan melalui mekanisme adat dengan sanksi yang bertujuan memulihkan hubungan sosial.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Zefrizal Nurdin, S.H , M.H ; Dr. Muhammad Hasbi S.H , M.H
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Bajapuik ; Adat Pariaman ; Uang Japuik ; Baleh Jalang ; Uang Hilang :
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 26 Aug 2026 10:19
Last Modified: 26 Aug 2026 10:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533464

Actions (login required)

View Item View Item