KAJIAN RISIKO BENCANA LIKUIFAKSI DI KOTA PADANG

Saputra, Dezy (2026) KAJIAN RISIKO BENCANA LIKUIFAKSI DI KOTA PADANG. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (571kB)
[img] Text (Bab 1)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 5)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (563kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Tesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (20MB) | Request a copy

Abstract

Kota Padang belakangan ini mengalami peningkatan infrastruktur seiring meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk. Namun, secara geografis Kota Padang terletak di antara dua patahan aktif yaitu sesar semangko dan megathrust yang membuat Kota Padang memiliki intensitas seismik yang cukup tinggi dan rentan terhadap gempabumi, seperti gempabumi Padang pada tahun 2009 yang menyebabkan 22 titik yang tersebar di pesisir barat Kota Padang yang padat permukiman mengalami kejadian likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi bahaya likuifaksi serta tingkat potensinya dan memberikan gambaran potensi penduduk terpapar, kerugian secara fisik dan ekonomi serta kerusakan lingkungan. Metodologi yang digunakan adalah dengan memetakan bahaya likuifaksi yang dihasilkan dari tiga parameter yaitu sebaran jenis tanah dan sebaran kedalaman muka air tanah yang dihasilkan dari pengujian boring log dan sebaran indeks kerentanan seismik yang dihasilkan dari pengujian mikrotremor. Hasil penelitian menunjukkan potensi bahaya bencana likuifaksi di Kota Padang dominan tergolong tinggi yang tersebar di wilayah pesisir barat Kota Padang. Potensi penduduk terpapar sebanyak 937,625 jiwa, potensi kerugian yang ditimbulkan sebesar 7.146,18 milyar rupiah untuk kerugian fisik dan 260.09 milyar rupiah untuk kerugian ekonomi, serta potensi kerusakan lingkungan seluas 767.79 Ha. Tingkat kapasitas terhadap bencana likuifaksi untuk setiap kecamatan di Kota Padang tergolong rendah. Sehingga dari penggabungan kelas bahaya, kelas kerentanan, dan kelas kapasitas menghasilkan kelas risiko bencana likuifaksi di Kota Padang yang didominasi oleh luas risiko berpotensi sedang dengan luas 69,66% dari total luas risiko, kemudian wilayah dengan potensi tinggi seluas 25,05% dan potensi rendah dengan luas 5,29%.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D. ; Dr. Ir. Andriani, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Likuifaksi, Bahaya, Kerentanan, Kapasitas, Risiko.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Sipil
Depositing User: S2 Teknik Sipil
Date Deposited: 29 Aug 2026 06:40
Last Modified: 29 Aug 2026 06:40
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533400

Actions (login required)

View Item View Item