Nasution, Ahmad, Ferdiansyah (2026) Pengaruh Beberapa Kombinasi Dosis Kompos Jerami Padi dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Pada Tanah Pasca Fitoremediasi. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (172kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (121kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (175kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (995kB) | Request a copy |
Abstract
Pemanfaatan tanah pasca fitoremediasi eks tambang emas membutuhkan upaya ameliorasi untuk memulihkan kesuburan tanah dan mengurangi toksisitas logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi dosis kompos jerami padi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung serta mengevaluasi status kandungan logam berat pada tanah pasca fitoremediasi setelah ditanami jagung. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Aek Pining, Tapanuli Selatan, dari Agustus hingga Desember 2025. Metode yang digunakan adalah percobaan polibag menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kombinasi perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: 20 ton/ha kompos jerami + 0 kg/ha urea, 15 ton/ha Kompos jerami + 50 kg/ha urea, 10 ton/ha Kompos jerami + 100 kg/ha urea, 5 ton/ha Kompos jerami + 150 kg/ha urea dan 0 ton/ha Kompos jerami + 200 kg/ha urea. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (Uji F) yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%, sementara kadar logam berat dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 49 HST dan tinggi letak tongkol. Kombinasi terbaik untuk tinggi tanaman adalah 10 ton/ha kompos + 100 kg/ha urea, sedangkan untuk tinggi letak tongkol adalah 5 ton/ha kompos + 150 kg/ha urea. Komponen hasil lainnya tidak berpengaruh akibat batasan genetik varietas BISI-2. Secara fisiologis, kompos jerami padi mengoptimalkan hubungan fungsional source-sink dan bertindak sebagai agen pengkelat alami. Analisis AAS membuktikan bahwa kadar Hg, Pb, dan Cd pada tanah pasca-panen berada di bawah ambang batas aman Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Etti Swasti, M.S; Dr. Ir. Benni Satria, M.P |
| Uncontrolled Keywords: | Ameliorasi; Pemupukan terpadu; Toksisitas logam berat |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agroteknologi |
| Depositing User: | S1 Agroteknologi Agroteknologi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:47 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:47 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533365 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric