Marja, Utari (2026) Analisis Spasial Dan Pemodelan Autoregresif Determinan Kasus Campak Di Kota Padang Tahun 2022-2025. S2 thesis, Uiniversitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (03. BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (226kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Kasus campak di Kota Padang masih terjadi setiap tahun meskipun program imunisasi telah berjalan, dengan pola penyebaran yang diduga tidak merata antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran spasial kasus campak serta hubungan antara cakupan imunisasi MR1 dan MR2, kepadatan penduduk, rasio puskesmas, dan cakupan rumah sehat terhadap kejadian campak di 11 kecamatan Kota Padang tahun 2022–2025.Merupakan penelitian ekologi kuantitatif menggunakan data sekunder tahunan dari 11 kecamatan. Pola sebaran kasus dipetakan secara spasial dan diuji autokorelasinya menggunakan Global Moran's I dan LISA untuk mengidentifikasi klaster wilayah. Hubungan determinan dengan kasus campak dianalisis menggunakan regresi spasial, dengan membandingkan model OLS, SAR, SEM, dan SAC untuk memperoleh model terbaik.Hasil penelirian menunjukkan total kasus berfluktuasi tajam, dari 594 kasus (2022) menurun menjadi 133 kasus (2023), naik menjadi 205 kasus (2024), lalu melonjak menjadi 1.014 kasus (2025), diduga terkait penguatan surveilans puskesmas dan tren campak global. Sebagian kecamatan belum mencapai target cakupan MR1 dan MR2 (95%), rasio puskesmas di bawah standar ideal, cakupan rumah sehat bervariasi. Tidak ditemukan pengelompokan kasus secara global (Moran's I, p>0,05), namun LISA menunjukkan klaster lokal yang berubah tiap tahun, dengan pola Low-High paling sering di Pauh dan Nanggalo serta klaster High-High di Padang Utara pada 2023. Model SAC terpilih sebagai model terbaik, dengan MR1 (β=0,0091; p=0,0387), rasio puskesmas (β=4,7650; p=0,0369), dan rumah sehat (β=-0,0403; p<0,001) berhubungan signifikan; MR2 dan kepadatan penduduk tidak signifikan. MR1 dan rasio puskesmas berhubungan positif, diduga terkait bias deteksi di wilayah bersurveilans aktif. Rumah sehat berhubungan negatif, menegaskan peran ventilasi menekan penularan udara. MR2 dan kepadatan penduduk belum jadi prioritas. Klaster lokal yang konsisten menunjukkan perlunya penguatan surveilans, optimalisasi puskesmas, dan perbaikan rumah sehat berbasis wilayah.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Vivi Triana., SKM., MPH ; Yudi Pradipta., SKM., MPH |
| Uncontrolled Keywords: | Campak; LISA; Spasial autoregresif; Rumah Sehat; MR |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi |
| Depositing User: | S2 Epidemiologi Epidemiologi |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:02 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:02 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533244 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric