Modifikasi Biji Alpukat dengan Bubuk Pupa Black Soldier Fly untuk Meningkatkan Kapasitas Penyerapan Zat Warna Crystal Violet

Nugroho, Bagas Sandy (2026) Modifikasi Biji Alpukat dengan Bubuk Pupa Black Soldier Fly untuk Meningkatkan Kapasitas Penyerapan Zat Warna Crystal Violet. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (173kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (115kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (33kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (203kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Pencemaran air akibat limbah zat warna sintesis seperti Crystal Violet (CV) menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan teknologi pengolahan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Biji alpukat merupakan limbah agroindustri yang berpotensi menjadi biosorben karena mengandung lignoselulosa dengan gugus fungsi hidroksil, karbonil, dan karboksil. Penelitian ini bertujuan memodifikasi biosorben biji alpukat (BA) menggunakan pupa Black Soldier Fly (BA-BSF) yang kaya akan protein dan kitin sebagai sumber gugus fungsi hidroksil, karboksil dan amina guna meningkatkan kapasitas penyerapan zat warna CV. Biosorben dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX, XRF, TGA, dan BET, serta dievaluasi melalui optimasi kondisi penyerapan, studi isoterm, kinetika, termodinamika, reusability, dan aplikasi pada limbah laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi BA dengan pupa BSF dengan perbandingan 1:1 memberikan kinerja terbaik dengan kapasitas penyerapan 122,64 mg/g. Nilai pHpzc BA dan BA-BSF masing-masing sebesar 6,1 dan 6,7. Kondisi optimum penyerapan menggunakan metode OFAT untuk BA diperoleh pada pH 7, konsentrasi awal 1100 mg/L, waktu kontak 60 menit, dan suhu pemanasan 75°C, dengan kapasitas penyerapan sebesar 97,66 mg/g. Sementara itu, BA-BSF optimum pada pH 8, konsentrasi awal 1500 mg/L, waktu kontak 45 menit, dan suhu pemanasan 100°C, dengan kapasitas penyerapan sebesar 163,85 mg/g. Optimasi menggunakan metode RSM-BBD menghasilkan kapasitas penyerapan maksimum sebesar 102,92 mg/g untuk BA dan 169,11 mg/g untuk BA-BSF. Karakterisasi menunjukkan bahwa modifikasi biji alpukat dengan pupa BSF meningkatkan jumlah gugus fungsi aktif, luas permukaan, dan perkembangan struktur pori, sehingga memperkuat interaksi elektrostatik, ikatan hidrogen, serta interaksi π–π dengan molekul CV. Studi reusability menunjukkan bahwa biosorben masih mempertahankan efisiensi adsorpsi di atas 90% hingga 4 siklus regenerasi menggunakan metanol dan asam asetat. Secara keseluruhan, biosorben BA-BSF berpotensi menjadi adsorben berbiaya rendah dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah yang mengandung zat warna CV.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Rahmiana Zein, Ph.D ; Prof. Dr. Refilda, M.S.
Uncontrolled Keywords: Biji Alpukat; Black Soldier Fly; Biosorpsi; Crystal Violet; RSM-BBD; Reusability.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S2 Kimia
Depositing User: S2 Kimia Kimia
Date Deposited: 28 Aug 2026 00:52
Last Modified: 28 Aug 2026 00:52
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533130

Actions (login required)

View Item View Item