Bachri, Muhamad Syamsul (2026) Pengalaman Komunikasi Pelajar Usia 17 Tahun dalam memperoleh Layanan Perekaman KTP-el Pemula di Kabupaten Solok. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak Tesis MSB)
01. Cover & Abstrak Tesis MSB.pdf - Published Version Download (130kB) |
|
|
Text (BAB I Tesis MSB)
02. BAB I Tesis MSB.pdf - Published Version Download (89kB) |
|
|
Text (BAB VI Tesis MSB)
03. BAB VI Tesis MSB.pdf - Published Version Download (47kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka Tesis MSB)
04 . Daftar Pustaka Tesis MSB.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (Tesis Full MSB)
05. Tesis Full MSB.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Pengalaman komunikasi memengaruhi cara masyarakat memahami dan merespons pelayanan publik. Meskipun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok telah mengimplementasikan program jemput bola PENTAS PLASMA di sekolah, masih ditemukan pelajar usia 17 tahun yang enggan melakukan perekaman KTP-el. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman komunikasi pelajar usia 17 tahun, serta menginterpretasikan motif tindakan dalam keputusan melakukan perekaman KTP-el. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi bersama informan utama (pelajar) dan informan pendukung (pejabat/staf publikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi pelajar dalam memperoleh layanan perekaman KTP-el pemula berlangsung sebagai proses yang berkembang sejak sebelum, selama, hingga setelah pelayanan. Sebelum pelayanan, pelajar membentuk pemahaman mengenai KTP-el melalui komunikasi dengan keluarga, sekolah, teman sebaya, media sosial, dan pengalaman orang lain, yang pada sebagian pelajar menimbulkan keraguan terhadap pentingnya KTP-el dan kesiapan mengikuti pelayanan. Saat pelayanan berlangsung melalui PENTAS PLASMA di sekolah, komunikasi langsung dan dialogis dengan petugas membantu pelajar memahami prosedur serta mengurangi rasa takut, malu, dan canggung dalam berinteraksi dengan pelayanan publik. Setelah memperoleh layanan, pengalaman tersebut mendorong pemaknaan KTP-el bukan hanya sebagai dokumen administrasi, tetapi juga sebagai identitas resmi dan simbol kedewasaan. Pengalaman komunikasi tersebut terbentuk dalam life-world pelajar, stock of knowledge yang telah dimiliki, serta proses intersubjektivitas melalui interaksi dengan lingkungan sosial dan petugas pelayanan. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan bagi munculnya because-motive, yaitu pengalaman dan pengetahuan masa lalu yang melatarbelakangi tindakan pelajar, sekaligus in-order-to motive, yaitu orientasi tujuan yang hendak dicapai melalui kepemilikan KTP-el, terutama memperoleh identitas resmi, memenuhi kebutuhan administrasi, dan mempersiapkan diri sebagai warga negara dewasa. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya komunikasi pelayanan publik yang lebih dialogis, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik pelajar Generasi Z.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ernita Arif, M.Si; Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Pengalaman Komunikasi; Pelayanan Publik; KTP-el Pemula; Interpretative Phenomenological Analysis (IPA); Fenomenologi Sosial |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S2 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 08:12 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 08:12 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533129 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]