Aktivitas antiinflamasi ekstrak dan nanopartikel perak koenih rimbo (Curcuma sumatrana) secara in vitro dan in silico

Gustina, selvia (2026) Aktivitas antiinflamasi ekstrak dan nanopartikel perak koenih rimbo (Curcuma sumatrana) secara in vitro dan in silico. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (02.BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version

Download (272kB)
[img] Text (03. BAB V)
03.BAB V.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (04. DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
organized.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (30MB) | Request a copy

Abstract

Inflamasi merupakan respons protektif tubuh terhadap kerusakan jaringan, namun inflamasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi sintetik dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif antiinflamasi dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi ekstrak dan nanopartikel perak Koenih Rimbo (Curcuma sumatrana) secara in vitro dan in silico. Nanopartikel perak disintesis menggunakan metode green synthesis dengan ekstrak C. sumatrana. Aktivitas antiinflamasi in vitro diuji menggunakan metode stabilisasi membran eritrosit dan inhibisi denaturasi protein Bovine Serum Albumin (BSA) dengan natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Analisis in silico dilakukan menggunakan PASS Online untuk memprediksi aktivitas antiinflamasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam C. sumatrana. Data dianalisis berdasarkan persentase inhibisi, persamaan regresi linear, dan nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki hubungan linear positif antara konsentrasi dan aktivitas antiinflamasi. Pada uji stabilisasi membran eritrosit, nanopartikel perak memiliki nilai IC₅₀ sebesar 40,15 µg/mL, lebih rendah dibandingkan ekstrak 4% (122,12 µg/mL). Pada uji inhibisi denaturasi protein, nanopartikel perak juga menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 87,48 µg/mL, sedangkan ekstrak 4% memiliki nilai IC₅₀ sebesar 144,09 µg/mL. Analisis PASS Online menunjukkan bahwa delapan senyawa bioaktif C. sumatrana memiliki probabilitas aktivitas (Pa) di atas >0,7 sebagai antiinflamasi. Dengan demikian, ekstrak dan nanopartikel perak C. sumatrana memiliki aktivitas antiinflamasi secara in vitro yang didukung oleh prediksi in silico, dengan nanopartikel perak menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak 4%, namun belum bisa melampaui efektivitas ekstrak 100%.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr.Putra Santoso
Uncontrolled Keywords: Curcuma sumatrana, nanopartikel perak, stabilisasi membran eritrosit, inhibisi denaturasi protein, PASS Online.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QL Zoology
Q Science > QP Physiology
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 28 Aug 2026 01:55
Last Modified: 28 Aug 2026 01:55
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533021

Actions (login required)

View Item View Item