YUSRIMAN, YUSRIMAN (2026) Buya Hamka, Penerimaan Masyarakat Malaysia, Kajian Budaya, Resepsi, Fungsi Sosial, Semiotika Sosial, Melayu-Islam. S2 thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.
|
Text (01 COVER & ABSTRAK)
01. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version Download (157kB) |
|
|
Text (02 BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version Download (387kB) |
|
|
Text (03 BAB VIII)
03. BAB VIII.pdf - Published Version Download (133kB) |
|
|
Text (04 DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (308kB) |
|
|
Text (05 TESIS FULL TEXT)
05. TESIS FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Buya Hamka merupakan tokoh multidimensional yang dikenal sebagai ulama, sastrawan, politisi, dan cendekiawan Melayu Nusantara. Kedekatan budaya, bahasa, dan nilai-nilai keislaman antara Indonesia dan Malaysia menjadikan pemikiran serta karya-karya Buya Hamka tetap dikenal dan diterima oleh masyarakat Malaysia hingga saat ini. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kajian mengenai Buya Hamka selama ini lebih banyak berfokus pada pemikiran dan karya-karyanya, sementara kajian yang menempatkan masyarakat Malaysia sebagai subjek penerima makna terhadap sosok Buya Hamka masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap masyarakat Malaysia, khususnya yang berasal dari Selangor dan Kelantan serta pernah berkunjung ke Sumatera Barat. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk memahami pengalaman, pandangan, dan pemaknaan informan terhadap Buya Hamka . Penelitian ini menggunakan Teori Resepsi Wolfgang Iser untuk menjelaskan proses pembentukan makna oleh pembaca, Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons untuk melihat fungsi sosial penerimaan tersebut, serta Teori Semiotika Sosial M.A.K. Halliday untuk menganalisis representasi makna melalui praktik bahasa yang digunakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Malaysia menerima Buya Hamka sebagai figur penting dalam kehidupan intelektual dan budaya Melayu-Islam. Sebagai ulama, Buya Hamka dikenal melalui dakwahnya yang moderat, pemikiran Islam yang rasional, serta karya monumentalnya, Tafsir Al-Azhar, yang masih dianggap relevan dalam menjawab persoalan kehidupan kontemporer. Sebagai sastrawan, novel-novelnya seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah dipahami sebagai nilai-nilai adat, moral, dan identitas Melayu. Sebagai politisi, Buya Hamka diterima sebagai sosok yang menjunjung integritas, keberanian moral, dan menyuarakan kebenaran. Sementara itu, sebagai cendekiawan, Buya Hamka dinilai berhasil menghubungkan agama, budaya, pendidikan, dan modernitas dalam konteks masyarakat Nusantara. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerimaan masyarakat Malaysia terhadap Buya Hamka tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pengalaman membaca, lingkungan sosial, serta nilai budaya yang dimiliki oleh masing-masing individu. Dengan demikian, Buya Hamka tidak hanya dipahami sebagai tokoh sejarah Indonesia, tetapi juga sebagai representasi budaya Melayu Nusantara yang terus hidup, dimaknai ulang, serta difungsikan sebagai sumber inspirasi moral, intelektual, dan identitas budaya oleh masyarakat Malaysia pada masa kini.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Fadlillah, M.Si; Dr. Syafril, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Buya Hamka, Penerimaan Masyarakat Malaysia, Kajian Budaya, Resepsi, Fungsi Sosial, Semiotika Sosial, Melayu-Islam |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Budaya |
| Depositing User: | S2 Kajian Budaya |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 09:44 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 09:44 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533011 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]