Pengembangan Metode Analisis Rubrasanton dan Atorvastatin dalam Plasma secara UHPLC dengan Preparasi Sampel menggunakan Pengendapan Protein

Aisyah, Siti (2026) Pengembangan Metode Analisis Rubrasanton dan Atorvastatin dalam Plasma secara UHPLC dengan Preparasi Sampel menggunakan Pengendapan Protein. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (127kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (90kB)
[img] Text (04 . Daftar Pustaka)
04 . Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (165kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Atorvastatin merupakan obat golongan statin yang digunakan sebagai terapi lini pertama pada hiperkolesterolemia, sedangkan rubrasanton merupakan senyawa dari Garcinia cowa Roxb. yang dilaporkan memiliki aktivitas antikolesterol. Penggunaan atorvastatin dan rubrasanton secara bersamaan berpotensi menimbulkan interaksi, namun hingga saat ini metode analisis simultan kedua senyawa tersebut dalam plasma belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis simultan rubrasanton dan atorvastatin dalam plasma menggunakan UHPLC-DAD. Pada metode ini, α-mangostin digunakan sebagai standar internal, sedangkan preparasi sampel dilakukan dengan pengendapan protein. Analisis dilakukan menggunakan fase gerak terpilih berupa asetonitril:larutan asam formiat 0,4% dalam aqua for injection (70:30, v/v) secara isokratik, laju alir 0,1 mL/menit, panjang gelombang 243 nm, dan volume injeksi 5 µL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi UHPLC terpilih, rubrasanton dan atorvastatin memiliki waktu retensi masing-masing 9,603 menit dan 3,160 menit. Preparasi sampel plasma dilakukan menggunakan metanol sebagai pelarut pengendap protein dengan perbandingan plasma:metanol 1:2 berdasarkan rata-rata luas area puncak dan recovery analit. Pada tahap preparasi sampel plasma, rubrasanton terdeteksi dengan recovery sebesar 56,24%. Sementara itu, atorvastatin belum dapat diamati pada kromatogram plasma. Kondisi ini diduga berkaitan dengan rendahnya konsentrasi atorvastatin, sehingga puncak yang dihasilkan relatif kecil dan tidak teramati menggunakan detektor DAD. Selain itu, waktu retensi atorvastatin yang berada pada daerah awal kromatogram berpotensi mengalami gangguan dari pelarut atau komponen matriks plasma. Meskipun pemisahan kedua senyawa telah diperoleh, beberapa parameter kromatografi masih belum memenuhi persyaratan, sehingga metode masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk analisis simultan rubrasanton dan atorvastatin dalam plasma.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. apt. Meri Susanti, M.Farm ; Prof. apt. Dachriyanus, Ph.D
Uncontrolled Keywords: atorvastatin; rubrasanton; analisis simultan; UHPLC; pengendapan protein.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 28 Aug 2026 02:35
Last Modified: 28 Aug 2026 02:35
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532971

Actions (login required)

View Item View Item