ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) ARAU KOTA PADANG DENGAN APLIKASI SWAT

NABILA, PUTRI (2019) ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) ARAU KOTA PADANG DENGAN APLIKASI SWAT. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
ABSTARK.docx.pdf - Published Version

Download (175kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (35kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf - Published Version

Download (132kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (43kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSIFULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Kondisi penggunaan lahan yang tidak mengikuti kaidah-kaidah konservasi mengakibatkan suatu DAS tidak dapat mendukung sistem tata air yang optimal dalam meresapkan dan menyimpan air hujan. Hal tersebut merupakan salah satu ciri-ciri bahwa fungsi hidrologis DAS yang terganggu sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penerapan teknik konservasi agar DAS dapat berfungsi kembali secara optimal. Bagian hulu DAS Arau digunakan sebagai daerah konservasi tempat penyimpanan dan penyuplai air (buffer zone) bagi wilayah kota Padang yang termasuk dalam kondisi kritis (Putri, 2011). Penelitian ini bertujuan mengetahui wilayah yang akan dilakukan konservasi dengan menggunakan SWAT yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dalam menyusun rencana pengelolaan DAS. Penelitian dilakukan dengan membandingkan keluaran model SWAT di setiap outlet sub DAS dengan beberapa parameter, kemudian menentukan wilayah lahan kritis dan tingkatannya berdasarkan hasil skoring perbandingan keluaran model SWAT dengan Peraturan Direktorat Jendral Pengendalian DAS dan Hutan Lindung No. P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018. Hasil analisis SWAT untuk DAS Arau didapatkan sebanyak 110 HRU dengan limpasan terbesar tersebar diKecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan. Wilayah konservasi yang direkomendasikan menurut tingkatan lahan kritis ialah yang memiliki kemiringan > 45. Lokasi rekomendasi konservasi terluas ialah pada tutupan lahan semak belukar, yaitu pada lahan sangat kritis terdapat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kelurahan Indarung (4,4 Ha), pada lahan kritis terdapat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kelurahan Beringin (142,49 Ha) dan pada lahan akan kritis terdapat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kelurahan Tarantang (11.023 Ha). Kondisi lahan sangat kritis dijadikan prioritas utama dalam melakukan konservasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc
Uncontrolled Keywords: Arau, daerah aliran sungai, konservasi, SWAT
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknik Pertanian
Depositing User: s1 Teknik Pertanian
Date Deposited: 28 Oct 2019 15:20
Last Modified: 28 Oct 2019 15:20
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/53297

Actions (login required)

View Item View Item