Analisis Spasio-Temporal Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) ditinjau dari Aspek Hewan dan Lingkungan di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2025

Aghralia, Shepty (2026) Analisis Spasio-Temporal Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) ditinjau dari Aspek Hewan dan Lingkungan di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2025. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (179kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (03. BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (180kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (211kB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi endemis rabies di Indonesia yang terus mencatat peningkatan kejadian gigitan hewan penular rabies (GHPR) dari tahun ke tahun dengan tren peningkatan yang konsisten selama periode 2021–2025, dari 3.473 kasus pada tahun 2021 menjadi 9.091 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasio-temporal kejadian GHPR berdasarkan aspek hewan dan lingkungan di Provinsi Sumatera Barat tahun 2021-2025. Penelitian ini menggunakan desain ekologi dengan unit analisis 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2021-2025. Variabel dalam penelitian ini adalah kejadian GHPR, kepadatan HPR, cakupan vaksinasi HPR, suhu udara dan curah hujan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Barat selama bulan Mei-Juni tahun 2026. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat (negatif binomial), analisis multivariat model negatif binomial serta analisis klaster spasio temporal menggunakan SaTScan (space-time scan statistic). Hasil penelitian menunjukkan kepadatan HPR (IRR=1,01, 95% CI: 1,00–1,02, p=0,024), berhubungan signifikan dengan kejadian GHPR. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel kepadatan HPR berhubungan signifikan sebagai faktor paling dominan. Analisis SaTScan mengidentifikasi lima klaster signifikan di wilayah Sumatera Barat bagian tengah. Kejadian GHPR di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dengan pola spasio-temporal yang terkonsentrasi di wilayah bagian tengah provinsi. Kepadatan HPR merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian GHPR. Diperlukan penguatan program pengendalian GHPR yang terintegrasi dan berbasis pendekatan One Health terutama di wilayah klaster risiko tinggi.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Aria Gusti, SKM, M.Kes ; Randy Novirsa, SKM, MKM, Ph.d
Uncontrolled Keywords: GHPR; Spasio-Temporal; SaTScan; Aspek Hewan dan Lingkungan; Sumatera Barat
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi
Depositing User: S2 Epidemiologi Epidemiologi
Date Deposited: 27 Aug 2026 03:55
Last Modified: 27 Aug 2026 03:55
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532661

Actions (login required)

View Item View Item