Aktivitas Lansia Perempuan Hidup Sendiri (Studi Kasus: Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok)

Diyastri, Salma (2026) Aktivitas Lansia Perempuan Hidup Sendiri (Studi Kasus: Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. COVER & ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (758kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (268kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia tercatat telah memasuki fase ageing population sejak tahun 2021, dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat hingga mencapai 11,93 persen dari total populasi pada tahun 2025. Peningkatan jumlah lansia ini turut terjadi di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, namun dengan corak yang khas, yaitu banyak lansia perempuan yang menjalani masa tua sendirian tanpa pendampingan langsung dari keluarga inti maupun keluarga luasnya. Kondisi ini berjarak dari nilai ideal budaya matrilineal Minangkabau yang menempatkan lansia perempuan sebagai figur yang dimuliakan dan dijaga oleh anak perempuan atau keluarga kaumnya. Pergeseran pola keluarga besar menjadi keluarga inti yang dipicu oleh tradisi merantau dan modernisasi menjadi salah satu penyebab utama fenomena ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas yang ditinggalkan serta aktivitas pengganti yang dijalankan oleh lansia perempuan yang hidup sendiri, dan mendeskripsikan rutinas yang dilakukan lansia dalam kehidupan sehari-hari lansia. Teori yang digunakan adalah teori aktivitas yang dipelopori oleh Robert J. Havighurst, yang berasumsi bahwa proses penuaan akan dijalani secara lebih positif apabila lansia mampu mempertahankan aktivitas selama mungkin dan mencari pengganti bagi peran yang terpaksa ditinggalkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia perempuan hidup sendiri mengalami kehilangan peran secara bertahap, baik dalam bidang mata pencaharian seperti bertani, berdagang, dan mengajar, maupun dalam pengasuhan cucu dan keaktifan pada organisasi adat. Kehilangan peran tersebut kemudian digantikan oleh tiga jenis aktivitas pengganti, yaitu aktivitas formal melalui lembaga keagamaan dan lembaga sosial, aktivitas informal melalui interaksi dengan tetangga dan kerabat, serta aktivitas soliter berupa pekerjaan rumah tangga, ibadah pribadi, dan hobi yang dijalankan sendiri. Rutinitas yang dijalankan pun berbeda berdasarkan kepada tingkatan umur dan tingkat kesehatan dari lansia. Berdasarkan observasi, lansia perempuan hidup sendiri dengan kategori kelompok umur lansia muda, lebih aktif dalam aktivitas formal daripada lansia madya dan lansia tua. Kelompok lansia madya dan tua cenderung melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hobi individu dan kebutuhan aktualisasi diri.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dra. Mira Elfina, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Aktivitas; Lansia Perempuan; Hidup Sendiri; Teori Aktivitas; Nagari Saniangbaka
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Riska Marlinah
Date Deposited: 29 Aug 2026 08:00
Last Modified: 29 Aug 2026 08:00
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532525

Actions (login required)

View Item View Item