ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BUMN KARYA BERDASARKAN KEP-100/MBU/2002 DALAM MENDUKUNG KESIAPAN MERGER BUMN KARYA

Himra, Muhammad Furqan (2026) ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BUMN KARYA BERDASARKAN KEP-100/MBU/2002 DALAM MENDUKUNG KESIAPAN MERGER BUMN KARYA. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (183kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (153kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (34kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (171kB)
[img] Text (Full Text)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

BUMN Karya memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional, namun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan operasional dan keuangan yang mendorong pemerintah melakukan restrukturisasi melalui rencana merger. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja operasional BUMN Karya berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 serta mengevaluasi kesiapan operasional perusahaan dalam mendukung pembentukan merger. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan objek penelitian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada periode 2022–2024. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Penilaian dilakukan menggunakan lima indikator operasional, yaitu revenue per employee, kepuasan pelanggan, training, risk maturity, dan nilai order. Pembobotan indikator dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh skor kinerja operasional tertinggi sebesar 84,697, diikuti PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 76,937, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebesar 75,797, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 72,593. Kesiapan merger selanjutnya dinilai melalui Indeks Kesiapan Merger (IKM) yang disusun dari tiga indikator yang paling relevan dengan konstruk kesiapan merger, yaitu revenue per employee, kepuasan pelanggan, dan training. Berdasarkan hasil IKM, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berada pada kategori Sangat Siap Merger, sedangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk berada pada kategori Siap Merger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional BUMN Karya secara umum telah mendukung pembentukan merger, namun peningkatan aspek pengembangan sumber daya manusia masih diperlukan untuk memperkuat kesiapan proses integrasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, IPU, ASEAN Eng. APEC Eng.
Uncontrolled Keywords: Analytical Hierarchy Process; BUMN Karya; Kinerja Operasional; KEP-100/MBU/2002; Kesiapan Merger
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Industri
Depositing User: S1 Teknik Industri
Date Deposited: 28 Aug 2026 11:33
Last Modified: 28 Aug 2026 11:33
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532228

Actions (login required)

View Item View Item