Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Kelangkaan Air Bersih Pascabanjir di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2026

Sudira, Aulia Putri (2026) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Kelangkaan Air Bersih Pascabanjir di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2026. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (609kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (374kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (351kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (236kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Banjir berpotensi menyebabkan kelangkaan air bersih akibat rusaknya infrastruktur dan tercemarnya sumber air. Berdasarkan Dokumen KRB Kota Padang 2024, Kecamatan Koto Tangah merupakan wilayah berisiko banjir terbesar di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kelangkaan air bersih pascabanjir di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada Februari–Juli 2026 di empat kelurahan rawan banjir di Kecamatan Koto Tangah. Populasi penelitian adalah 61.825 KK, dengan sampel 96 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan instrumen kesiapsiagaan LIPI yang sudah disesuaikan. Analisis univariat, bivariat, dan multivariat dilakukan menggunakan regresi logistik ordinal. Sebanyak 46,9% responden memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah. Analisis bivariat menunjukkan persepsi risiko (p=0,000), sarana dan prasarana (p=0,000), serta pengawasan (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kesiapsiagaan, sedangkan akses informasi tidak (p=0,210). Persepsi risiko merupakan faktor paling dominan (OR=6,53), sehingga responden dengan persepsi risiko baik berpeluang 6,53 kali lebih besar memiliki kesiapsiagaan lebih tinggi. Kesiapsiagaan masyarakat terhadap kelangkaan air bersih pascabanjir di Kecamatan Koto Tangah masih rendah dan dipengaruhi oleh persepsi risiko, sarana dan prasarana, serta pengawasan. Penguatan persepsi risiko melalui edukasi kesehatan berbasis praktik perlu diprioritaskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Aulia Rahman, SKM., MKM ; Fitriyani, SKM., MKKK
Uncontrolled Keywords: Kesiapsiagaan; Kelangkaan; Air Bersih; Pascabanjir; Persepsi Risiko
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 27 Aug 2026 10:21
Last Modified: 27 Aug 2026 10:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532144

Actions (login required)

View Item View Item