Al Fatih, Muhammad Musa (2026) Studi Pengaruh Fluida CNT–SiO₂ Sebagai Fluida Perpindahan Panas Terhadap Pencairan Parafin Pada Finned Tube Heat Exchanger. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (286kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Parafin merupakan salah satu Phase Change Material yang banyak digunakan pada thermal energy storage karena kalor latennya tinggi, namun konduktivitas termalnya rendah sehingga pencairan berlangsung lambat. Peningkatan performa perpindahan panas dilakukan melalui finned tube heat exchanger yang dipadukan dengan heat transfer fluid berupa fluida CNT–SiO₂. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi fluida CNT–SiO₂ terhadap pencairan parafin serta karakteristik perpindahan panas selama proses tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan finned tube heat exchanger dengan parafin sebagai PCM, serta fluida kerja berupa air dan fluida CNT–SiO₂ pada konsentrasi 0,1 wt%, 0,5 wt%, dan 0,9 wt%. Temperatur inlet HTF divariasikan pada 60°C, 65°C, dan 70°C, sedangkan bukaan katup divariasikan menggunakan rancangan Taguchi L9. Parameter yang dianalisis meliputi waktu pencairan PCM, temperatur rata-rata PCM, perbedaan temperatur fluida, laju perpindahan panas, dan koefisien perpindahan panas sisi PCM. Hasil menunjukkan variasi konsentrasi fluida CNT–SiO₂ berpengaruh terhadap pencairan parafin dan karakteristik perpindahan panas. Konsentrasi 0,5 wt% menghasilkan waktu pencairan tercepat, yaitu 65 menit atau 21,7% lebih cepat dibandingkan air, sedangkan konsentrasi 0,9 wt% menghasilkan karakteristik perpindahan panas terbaik, dengan peningkatan rata-rata ΔTf dari 0,8°C menjadi 6,3°C, laju perpindahan panas dari 299,5 W menjadi 1996,8 W, serta koefisien perpindahan panas sisi PCM dari 26,8 menjadi 270,0 W/m²·K. Analisis Taguchi dan ANOVA menunjukkan temperatur inlet HTF paling berpengaruh terhadap waktu pencairan PCM, sedangkan konsentrasi fluida CNT–SiO₂ paling dominan memengaruhi karakteristik perpindahan panas. Dapat disimpulkan konsentrasi 0,5 wt% merupakan konsentrasi optimum untuk mempercepat pencairan parafin, sedangkan 0,9 wt% memberikan karakteristik perpindahan panas terbaik. Temuan ini menunjukkan peningkatan karakteristik perpindahan panas tidak selalu diikuti percepatan waktu pencairan, sehingga evaluasi performa sistem PCM perlu mempertimbangkan beberapa parameter perpindahan panas secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Haznam Putra, M.T; Gusriwandi, M.T |
| Uncontrolled Keywords: | Phase Change Material; parafin; fluida CNT–SiO₂; finned tube heat exchanger; metode Taguchi |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 09:18 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 09:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532109 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]