Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Provinsi Sumatera Barat Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023

Dhiarrahman, Naufal Eka (2026) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Provinsi Sumatera Barat Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (403kB)
[img] Text (02. BAB 1 (Pendahuluan))
02. BAB 1 (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (390kB)
[img] Text (03. BAB 6 (Kesimpulan))
03. BAB 6 (Kesimpulan).pdf - Published Version

Download (255kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img] Text (05. Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Prevalensi kejadian malaria berdasarkan SKI 2023 adalah 0,21%. Angka tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan Riskesdas 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data yang digunakan di dalam penelitian ini merupakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 24.731 responden. Penelitian ini dilakukan pada April-Juli 2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Two-Stage Stratified Random Sampling. Analisis statistik yang dilakukan berupa univariat, bivariat, multivariat serta pemetaan. Ditemukan 57 (0,23%) orang yang mengalami kejadian malaria di Provinsi Sumatera Barat dengan proporsi terbanyak pada kelompok yang tidak menggunakan kelambu dengan beban kejadian malaria tertinggi berada di tiga wilayah kabupaten/kota. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel penggunaan kelambu berhubungan signifikan dengan kejadian malaria. Penggunaan kelambu menjadi variabel paling dominan dengan Adjusted POR sebesar 0,12 (95% CI; 0,02-0,66). Perilaku tidak menggunakan kelambu merupakan faktor paling dominan terhadap tingginya kejadian malaria di Provinsi Sumatera Barat, disamping faktor perilaku tidak menggunakan obat nyamuk. Oleh karena itu, intervesi kesehatan masyarakat harus ditekankan pada penggunaan kelambu berinsektisida dan edukasi penggunaan dan perawatan kelambu serta penggunaan obat nyamuk/insektisida tumah tangga dengan memprioritaskan wilayah kabupaten/kota dengan beban kejadian malaria tertinggi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Masrizal, SKM., M.Epid. ; Yudi Pradipta, SKM., MPH.
Uncontrolled Keywords: Faktor Risiko; Kelambu; Malaria; SKI 2023; Sumatera Barat
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:48
Last Modified: 28 Aug 2026 08:48
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532076

Actions (login required)

View Item View Item