PEMBERIAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN VITAMIN C DAN VITAMIN E TERHADAP GLUKOSA DAN KOLESTEROL DARAH SERTA LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER YANG MENGALAMl STRES PANAS

Fairina, Widya (2012) PEMBERIAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN VITAMIN C DAN VITAMIN E TERHADAP GLUKOSA DAN KOLESTEROL DARAH SERTA LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER YANG MENGALAMl STRES PANAS. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Ful Teks)
OK S1 Peternakan 2012 Widya Fairina 0810612110.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Berikut adalah hasil perbaikan teks abstrak Anda agar memenuhi kaidah penulisan ilmiah yang baku, rapi, dan bebas dari kesalahan ketik (typo OCR):AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan level terbaik dari kombinasi beberapa antioksidan dalam mengatasi cekaman panas, serta mengetahui pengaruh pemberian temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), serta kombinasi temulawak yang diperkaya dengan vitamin C dan vitamin E sebagai penangkal stres panas terhadap kadar glukosa darah, kolesterol darah, dan persentase lemak abdomen ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 135 ekor ayam broiler CP 707 berumur 14 hari dengan berat badan $400 \pm 65{,}0\text{ g}$ yang ditempatkan pada 27 kandang (cage), di mana masing-masing kandang diisi 5 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial $3 \times 3$ dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas Faktor A: temulawak (0%, 0,5%, dan 1%) dan Faktor B: kombinasi vitamin C dan vitamin E (0 ppm, 125 ppm, dan 250 ppm). Parameter yang diukur meliputi kadar glukosa darah, kolesterol darah, serta persentase lemak abdomen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian temulawak, vitamin C, vitamin E, maupun kombinasi di antaranya tidak berpengaruh nyata ($P > 0{,}05$) terhadap kadar glukosa darah. Namun, kombinasi antioksidan temulawak dengan vitamin C dan vitamin E berpengaruh nyata ($P < 0{,}05$) dalam menurunkan kadar kolesterol darah serta cenderung menurunkan persentase lemak abdomen. Hasil terbaik untuk kedua parameter tersebut diperoleh pada perlakuan pemberian temulawak level 1% dengan nilai masing-masing sebesar $108{,}00\text{ mg/100 ml}$ dan $1{,}49\%$. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian antioksidan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada level 1% efektif digunakan untuk mengatasi stres panas pada ayam broiler.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Arif Rachmat, MS, Dr. Ir. Ade C^ulardi, MS
Uncontrolled Keywords: Broiler, stres panas, temulawak, vitamin C,vitamin E
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: Mrs Vivi Irawati
Date Deposited: 24 Aug 2026 04:18
Last Modified: 24 Aug 2026 04:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532038

Actions (login required)

View Item View Item