Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Fully Refined Paraffin Wax - FRW-52, Temperatur Inlet, dan Laju Aliran terhadap Distribusi Temperatur, Aktivasi Mist Maker, dan Konsumsi Energi Inkubator Telur

Zidan, Muhammad (2026) Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Fully Refined Paraffin Wax - FRW-52, Temperatur Inlet, dan Laju Aliran terhadap Distribusi Temperatur, Aktivasi Mist Maker, dan Konsumsi Energi Inkubator Telur. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (295kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (239kB)
[img] Text (Bab 5 Penutup)
Bab 5 Penutup.pdf - Published Version

Download (221kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (230kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi integrasi Fully Refined Paraffin Wax (FRW-52) sebagai phase change material (PCM) pada penukar panas tipe tabung bersirip untuk meningkatkan karakteristik termal inkubator telur ayam. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh PCM terhadap distribusi temperatur, stabilitas temperatur, kelembaban relatif (RH), konsumsi energi inkubator, serta karakteristik charging dan discharging PCM. Pengujian dilakukan pada tiga konfigurasi sistem, yaitu inkubator konvensional, inkubator berbasis PCM, dan sistem PCM dengan penukar panas, menggunakan variasi temperatur inlet 60, 65, dan 70°C serta bukaan katup penuh, ¾, dan ½. Parameter yang diamati meliputi temperatur multi-titik ruang inkubasi, RH, serta konsumsi energi lampu dan mist maker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PCM meningkatkan homogenitas distribusi temperatur hingga deviasi 0,39°C, namun menghasilkan fluktuasi temperatur dan RH yang lebih tinggi dibandingkan inkubator konvensional. PCM mampu menurunkan konsumsi energi lampu selama fase stabil hingga 78,8%, tetapi pengurangan konsumsi energi total sistem hanya sekitar 1 kJ akibat meningkatnya konsumsi energi mist maker. Selain itu, peningkatan temperatur inlet mempercepat proses charging PCM, dimana temperatur inlet 70°C menghasilkan waktu charging sekitar 47–50 menit dengan estimasi energi tersimpan sebesar 650–730 kJ, sedangkan variasi laju aliran air panas menunjukkan pengaruh yang relatif kecil terhadap karakteristik charging. Temperatur inlet dan laju aliran air panas tidak mempengaruhi performa inkubator secara langsung, tetapi melalui karakteristik charging PCM yang menentukan energi tersimpan dan selanjutnya dilepaskan selama proses discharging. Secara keseluruhan, integrasi PCM mampu meningkatkan homogenitas distribusi temperatur, namun di sisi lain meningkatkan fluktuasi kelembaban relatif (RH), sehingga pengurangan konsumsi energi total sistem menjadi relatif kecil.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Gusriwandi, M.T.,
Uncontrolled Keywords: Fully Refined Paraffin Wax (FRW-52); PCM; penukar panas tipe tabung bersirip; inkubator telur ayam; distribusi temperatur; kelembaban; konsumsi energi; temperatur inlet; laju aliran.
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:46
Last Modified: 24 Aug 2026 08:46
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531968

Actions (login required)

View Item View Item