Harti, Dwifha Sweeta (2026) Analisis Tingkat Kebisingan dan Risikonya Terhadap Gangguan Pendengaran Pekerja di Area Produksi Pabrik I-B PT X Palembang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (250kB) |
|
|
Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Kebisingan merupakan bahaya fisik signifikan pada industri petrokimia yang dapat menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) apabila tidak dikendalikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kebisingan dan menilai risiko gangguan pendengaran pekerja di area produksi Pabrik I-B PT X Palembang berdasarkan intensitas kebisingan, lama paparan kerja, dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT). Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengukuran kebisingan pada 18 titik grid mengacu SNI 7231:2009, serta kuesioner terhadap 96 responden dari area Amonia, Urea, dan Utilitas yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil pengukuran menunjukkan intensitas kebisingan berkisar 70,53–91,19 dBA, dengan 7 dari 18 titik melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA untuk paparan 8 jam kerja sesuai Permenaker No. 5/2018, terutama di sekitar kompresor dan cooling tower. Uji Spearman menunjukkan ketiga variabel bebas tidak berhubungan signifikan dengan keluhan pendengaran (p > 0,05), sehingga penetapan risiko didasarkan pada pemenuhan regulasi: kondisi lingkungan kerja dinyatakan berisiko karena tujuh titik melampaui NAB dan durasi pemajanan mayoritas pekerja melebihi batas yang diizinkan (lebih dari 8 jam per hari). Hasil uji korelasi diposisikan sebagai analisis pendukung, sementara tingginya proporsi keluhan pendengaran pekerja (52,9–58,1%) disajikan sebagai konteks tambahan. Perhitungan derating Noise Reduction Rating (NRR) menunjukkan satu titik kritis tetap melebihi NAB meskipun pekerja telah menggunakan ear plug. Pemetaan menggunakan ArcGIS dan Surfer turut mengonfirmasi area kompresor dan cooling tower sebagai zona kebisingan tertinggi. Penelitian ini merekomendasikan pengendalian teknis berupa peredam akustik dan enclosure mesin, program konservasi pendengaran, serta penyempurnaan penggunaan APT termasuk penyediaan earmuff di zona kebisingan tertinggi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Isra' Suryati, S.T., M.Si ; Dr. Ir. Tivany Edwin, M.Eng |
| Uncontrolled Keywords: | gangguan pendengaran; kebisingan; korelasi Spearman; NIHL; Pabrik I-B PT X Palembang |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 06:40 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 06:40 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531822 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric