Keanekaragaman Serangga Hama di Pembibitan Aren (Arenga pinnata Merr.) Pada Perangkap yang Berbeda

Kharisma, Mayang (2026) Keanekaragaman Serangga Hama di Pembibitan Aren (Arenga pinnata Merr.) Pada Perangkap yang Berbeda. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (153kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (47kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (36kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (163kB)
[img] Text (Skripsi Fultext)
05. Skripsi Fultext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan komoditas perkebunan bernilai tinggi yang pemanfaatannya mencakup hampir seluruh bagian tanaman. Keberhasilan pengembangannya sangat ditentukan oleh ketersediaan bibit yang berkualitas, namun fase pembibitan sering mengalami gangguan akibat serangan serangga hama yang dapat menghambat pertumbuhan hingga menyebabkan kematian bibit muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga hama serta menganalisis tingkat keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan jenis serangga yang tertangkap menggunakan metode penangkapan berbeda. Penelitian dilaksanakan di lahan pembibitan Kampus III Universitas Andalas, Dharmasraya, pada bulan Februari–Juni 2026. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan yellow trap, light trap, jaring serangga, dan hand picking. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener), kemerataan (Pielou), dan kekayaan jenis (Margalef). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan serangga hama yang terdistribusi ke dalam lima ordo, yaitu Orthoptera, Hemiptera, Coleoptera, Lepidoptera, dan Diptera. Kelompok serangga yang paling banyak ditemukan berasal dari ordo Orthoptera dan Hemiptera. Nilai indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang pada light trap dan yellow trap sedangkan indeks kemerataan penyebaran individu paling tinggi pada jaring serangga. Nilai kekayaan jenis tertinggi dijumpai pada yellow trap. Kondisi lingkungan berupa suhu udara 25–34°C dan kelembapan 52–85% selama penelitian sangat mendukung aktivitas serangga. Yellow trap terbukti paling efektif dalam menjaring jumlah jenis dan individu serangga dibandingkan metode lainnya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Wulan Kumala Sari, S.P., M.P., Ph. D ; Dr. Sri Heriza, S.P., M.Sc
Uncontrolled Keywords: Keragaman hayati; kemerataan jenis; kekayaan jenis; metode penangkapan serangga
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroekoteknologi
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Agroekoteknologi
Date Deposited: 26 Aug 2026 10:28
Last Modified: 26 Aug 2026 10:28
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531623

Actions (login required)

View Item View Item