IMPLIKASI HUKUM AKTA JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK DIBACAKAN DAN DITANDATANGANI SECARA BERSAMA-SAMA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS

Firmansyah, Firmansyah (2026) IMPLIKASI HUKUM AKTA JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK DIBACAKAN DAN DITANDATANGANI SECARA BERSAMA-SAMA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover Abstrak)
01. Cover dan Abstrak(1).pdf - Published Version

Download (331kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (499kB)
[img] Text (Bab Akhir/Penutup)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (Tesis Full)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pasal 16 ayat (1) huruf m Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris mewajibkan notaris untuk membacakan akta di hadapan para penghadap dan memastikan penandatanganan dilakukan secara bersama-sama. Dalam praktik pembiayaan fidusia, kewajiban tersebut sering kali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaturan hukum kewajiban tersebut, (2) keabsahan akta fidusia yang tidak memenuhi syarat formil, dan (3) implikasi hukum serta tanggung jawab notaris atas pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban pembacaan dan penandatanganan akta secara bersama-sama merupakan syarat formil yang bersifat imperatif dalam pembuatan akta autentik. Akta jaminan fidusia yang tidak dibacakan dan tidak ditandatangani secara bersama-sama di hadapan notaris tidak memenuhi ketentuan Pasal 1868 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jo. Pasal 16 ayat (1) huruf m Undang-Undang Jabatan Notaris sehingga kehilangan sifat keautentikannya dan mengalami degradasi kekuatan pembuktian menjadi akta di bawah tangan. Selain itu, pelanggaran terhadap ketentuan formil tersebut menimbulkan implikasi hukum berupa tanggung jawab administratif, perdata, dan etik bagi notaris. Praktik pengabaian terhadap kewajiban formil juga menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik kenotariatan di lapangan, di mana efisiensi administratif sering kali lebih diutamakan dibandingkan kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak. Disarankan agar pengawasan terhadap praktik kenotariatan diperkuat secara substantif, khususnya dalam pembuatan akta jaminan fidusia, serta diperlukan peningkatan kepatuhan notaris terhadap prosedur formil pembuatan akta autentik guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi masyarakat. Kata Kunci: Akta Jaminan Fidusia, Pembacaan Akta, Notaris.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr.Rembrandt,SH.,M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Akta Jaminan Fidusia, Pembacaan Akta, Notaris.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S2 Kenotariatan
Depositing User: S2 Kenotariatan Kenotariatan
Date Deposited: 26 Aug 2026 08:20
Last Modified: 26 Aug 2026 08:20
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531434

Actions (login required)

View Item View Item