Alda, Syifa (2026) Uji Adsorpsi Mangan (Mn) Dari Air Tanah Menggunakan Serbuk Mahkota Nanas Sebagai Adsorben Dalam Sistem Batch. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (285kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (349kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
Abstract
Peningkatan konsentrasi mangan (Mn) dalam air tanah akibat proses alami maupun aktivitas antropogenik dapat menurunkan kualitas air dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini menguji pemanfaatan limbah mahkota nanas sebagai adsorben berbasis biomassa untuk penyisihan Mn dari air tanah melalui adsorpsi secara batch. Optimasi dilakukan menggunakan larutan artifisial Mn dengan variasi ukuran partikel adsorben (0,075-0,25; 0,25-0,5; 0,5-0,85; 0,85-1,18; 1,18-1,7 mm) dan dosis adsorben (0,75; 1,5; 3; 6; 12 g/L), pH adsorbat (3, 4, 5, 6, 7) dan konsentrasi awal Mn (1, 2, 3, 4, 5 mg/L), serta waktu kontak (60, 90, 120, 150, 180 menit). Konsentrasi Mn dianalisis menggunakan SSA, sedangkan karakteristik adsorben sebelum proses adsorpsi dikaji menggunakan SEM-EDX dan FTIR. Kondisi optimum diperoleh pada ukuran partikel 0,85–1,18 mm, dosis adsorben 0,75 g/L, pH 7, konsentrasi awal Mn 1 mg/L, dan waktu kontak 180 menit dengan efisiensi penyisihan 60,54% serta kapasitas adsorpsi 0,807 mg/g. Pada aplikasi air tanah berkonsentrasi awal Mn 2,928 mg/L, efisiensi penyisihan sebesar 12,90% dan kapasitas adsorpsi 0,503 mg/g pada pH optimum, sedangkan pada pH asli air tanah diperoleh efisiensi 9,30% dan kapasitas adsorpsi 0,363 mg/g, menghasilkan konsentrasi akhir Mn yang belum memenuhi baku mutu. Data kesetimbangan mengikuti model isoterm Langmuir (KL=38,296; qm=0,744 mg/g) dan kinetika pseudo-second-order yang mengindikasikan proses adsorpsi terjadi pada lapisan monolayer secara kemisorpsi. Analisis SEM-EDX dan FTIR mengonfirmasi permukaan adsorben yang kasar dan berpori serta keberadaan gugus hidroksil, karbonil, dan karboksil sebagai situs aktif adsorpsi. Limbah mahkota nanas berpotensi sebagai adsorben alternatif untuk penyisihan Mn, namun memerlukan aktivasi guna meningkatkan kinerjanya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Shinta Indah, S.Si., M.T., Ph.D. ; Prof. Ir. Denny Helard, S.T., M.T., Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | adsorpsi; air tanah; batch; limbah mahkota nanas; mangan |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:21 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:21 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531405 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]