Hubungan Gangguan Mental Emosional dengan Risiko Bunuh Diri pada Remaja di SMPN 2 Kota Sawahlunto

Wulan, Rachma Aulia (2026) Hubungan Gangguan Mental Emosional dengan Risiko Bunuh Diri pada Remaja di SMPN 2 Kota Sawahlunto. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (290kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (264kB)
[img] Text (BAB Akhir (Kesimpulan))
BAB VII..pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (253kB)
[img] Text (Tugas Akhir FULL Text)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Risiko bunuh diri pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kondisi kesehatan mental dan emosional. Gangguan mental emosional dapat berhubungan dengan meningkatnya risiko bunuh diri pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan mental emosional skala kesulitan dan skala kekuatan, gambaran risiko bunuh diri, serta hubungan skala kesulitan dan skala kekuatan dengan risiko bunuh diri pada remaja di SMPN 2 Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 291 siswa kelas VII dan VIII dengan teknik total sampling. Dari 251 siswa yang mengisi kuesioner, 12 siswa tidak bersedia menjadi responden sehingga diperoleh 239 siswa yang memenuhi kriteria dan dianalisis. Pengumpulan data dilakukan secara online pada 10–15 Juli 2026 menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur gangguan mental emosional dan Suicide Behaviors Questionnaire-Revised (SBQ-R) untuk mengukur risiko bunuh diri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja memiliki skala kesulitan kategori normal sebanyak 201 remaja (84,1%), skala kekuatan kategori normal sebanyak 220 remaja (92,1%), dan tidak berisiko bunuh diri sebanyak 205 remaja (85,8%). Sebanyak 34 remaja (14,2%) berada pada kategori berisiko bunuh diri. Terdapat hubungan signifikan antara skala kesulitan dengan risiko bunuh diri (p<0,001) dan antara skala kekuatan dengan risiko bunuh diri (p=0,007). Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan deteksi dini, pemantauan kesehatan mental, serta pemberian dukungan dan tindak lanjut bagi remaja yang membutuhkan perhatian.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ns. Atih Rahayuningsih, M.Kep., Sp.Kep.J ; Ns. Tiurmaida Simandalahi, M.Kep
Uncontrolled Keywords: remaja gangguan mental emosional; risiko bunuh diri; SDQ; BQ-R
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: S1 Keperawatan Keperawatan
Date Deposited: 22 Aug 2026 07:23
Last Modified: 22 Aug 2026 07:23
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531291

Actions (login required)

View Item View Item