Analisis Kualitas Udara (PM1, PM2,5, PM4 dan PM10) Pada Ruangan Kelas Ber-AC dan Non-AC di Universitas Andalas Menggunakan Low-Cost Sensor

Junaidi, Hafidz Yuri (2026) Analisis Kualitas Udara (PM1, PM2,5, PM4 dan PM10) Pada Ruangan Kelas Ber-AC dan Non-AC di Universitas Andalas Menggunakan Low-Cost Sensor. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (930kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Kualitas udara ruang kelas dipengaruhi oleh sistem penghawaan yang digunakan, baik AC split, AC sentral, maupun non-AC. Penelitian ini menganalisis konsentrasi PM₁, PM₂,₅, PM₄, dan PM₁₀ pada ruang kelas ber-AC split, ber-AC sentral, dan non-AC di Universitas Andalas menggunakan low-cost sensor RS-WFEVS2. Pengukuran dilakukan secara kontinu selama 24 jam pada enam titik sampling selama periode Maret–Mei 2026. Hasil pengukuran menunjukkan variasi konsentrasi yang cukup besar antar ruangan, dengan PM₂,₅ rata-rata berkisar 9,49–90,56 µg/m³, di mana konsentrasi tertinggi melampaui baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023 hingga 3,6 kali lipat akibat gangguan pencemar eksternal berupa debu konstruksi plafon. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan konsentrasi seluruh fraksi PM antar tipe penghawaan bersifat signifikan dengan mean rank tertinggi pada AC Sentral (496,3–501,4), diikuti Non-AC (322,2–325,3), dan terendah AC Split (257,1–259,9). Uji post-hoc Mann-Whitney dengan koreksi Bonferroni membuktikan AC Sentral berbeda signifikan dari kedua kelompok lain (p < 0,001), sedangkan AC Split dan Non-AC tidak berbeda signifikan (p = 0,361–0,422). Analisis korelasi Spearman menunjukkan suhu udara berkorelasi positif kuat dan signifikan dengan seluruh fraksi PM pada semua tipe ruangan, terkuat pada ruang Non-AC (ρ= 0,707–0,721) dibanding ruang ber-AC (ρ = 0,40–0,44). Kelembaban relatif berkorelasi negatif pada Non-AC (ρ= -0,401 hingga -0,417) namun positif pada ruang ber-AC (ρ= 0,153–0,297). Jumlah pengguna berkorelasi lemah, positif signifikan pada Non-AC dan AC Split (ρ= 0,139–0,219), namun negatif pada AC Sentral (ρ = -0,153 hingga -0,200). Penelitian ini merekomendasikan perawatan filter AC berkala, pembersihan ducting pasca konstruksi, dan pemantauan kualitas udara berkelanjutan berbasis IoT.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Ir. Vera Surtia Bachtiar, S.T., M.Sc., Ph.D ; Ir. Taufiq Ihsan, Ph. D., IPM
Uncontrolled Keywords: kualitas udara dalam ruangan; low-cost sensor; particulate matter; sistem penghawaan
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:49
Last Modified: 24 Aug 2026 08:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/531031

Actions (login required)

View Item View Item